Dunia memasuki 2026 dengan kekhawatiran yang kembali menguat terkait krisis energi global. Di tengah ketegangan geopolitik yang belum mereda, pasokan minyak dan gas dunia disebut menghadapi tekanan serius yang berisiko memicu lonjakan harga energi.
Kenaikan harga energi berpotensi memperburuk inflasi global. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa ketidakpastian geopolitik dapat menjadi pemicu utama gangguan ekonomi global yang lebih luas.
IMF bersama Badan Energi Internasional (IEA) dan Bank Dunia juga mengeluarkan peringatan bersama mengenai kemungkinan tingginya harga energi dalam waktu berkepanjangan. Dalam pernyataan tersebut, ketiganya menyebut harga bahan bakar dan pupuk diperkirakan tetap tinggi dalam jangka waktu panjang.
Menurut ketiga lembaga, gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur akibat perang di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menekan pasokan serta memperlambat pemulihan ekonomi global.
Mereka menilai dampak konflik bersifat global, signifikan, dan tidak merata. Negara pengimpor energi serta negara berpendapatan rendah disebut menjadi pihak yang paling terdampak.
Dampak lanjutan krisis energi juga diperkirakan merambat ke berbagai sektor, termasuk energi, pangan, dan pariwisata. Dalam pernyataan bersama itu, lembaga-lembaga internasional tersebut menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan situasi.