BERITA TERKINI
Gedung Putih Tuduh Entitas Berbasis di China Curi Teknologi AI AS, Beijing Membantah

Gedung Putih Tuduh Entitas Berbasis di China Curi Teknologi AI AS, Beijing Membantah

Gedung Putih secara terbuka menuduh China mencuri teknologi kecerdasan buatan (AI) milik Amerika Serikat dalam skala besar. Tuduhan itu muncul hanya beberapa pekan sebelum rencana pertemuan pemimpin kedua negara.

Tuduhan tersebut tertuang dalam memo resmi yang dirilis Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih. Pemerintah AS menyatakan memiliki informasi yang menunjukkan entitas asing, terutama yang berbasis di China, menjalankan kampanye terkoordinasi untuk mengekstraksi kemampuan model AI canggih buatan Amerika.

Direktur Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih, Michael Kratsios, menyebut praktik itu dilakukan secara disengaja dan berskala industri. Ia mengatakan para pelaku memanfaatkan puluhan ribu akun proksi untuk menghindari deteksi, serta menggunakan teknik jailbreaking guna membuka informasi proprietary dari sistem AI perusahaan-perusahaan Amerika.

Menurut Kratsios, aktivitas tersebut bukan sekadar pengujian biasa, melainkan upaya sistematis untuk melakukan distilasi model AI. Teknik distilasi memungkinkan pihak lain melatih model AI yang lebih kecil dengan memanfaatkan output dari model AI besar, sehingga dapat meniru kemampuan teknologi canggih dengan biaya yang lebih murah.

China membantah tuduhan tersebut. Kedutaan Besar China di Washington menilai pernyataan itu tidak berdasar dan menegaskan Beijing menjunjung tinggi perlindungan hak kekayaan intelektual.

Memo itu dirilis menjelang rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump untuk bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada bulan depan. Situasi ini dinilai berpotensi mengguncang upaya meredakan perang teknologi, yang sempat mencair sejak adanya kesepakatan detente pada Oktober tahun lalu.

Di sisi lain, memo tersebut juga kembali menyorot ketidakpastian terkait ekspor chip AI canggih ke China. Pemerintah AS sebelumnya mengizinkan penjualan chip AI Nvidia dengan sejumlah syarat, namun Menteri Perdagangan AS menyatakan hingga kini belum ada pengiriman yang dilakukan.