BERITA TERKINI
Guru Besar UI: Konflik AS-Israel dan Iran Berpotensi Picu Krisis Global

Guru Besar UI: Konflik AS-Israel dan Iran Berpotensi Picu Krisis Global

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Prof Hikmahanto Juwana mengingatkan potensi dampak luas dari konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran apabila berlangsung berkepanjangan. Menurutnya, perang yang berlarut-larut dapat memicu krisis global, terutama melalui perlambatan perekonomian dunia.

Hikmahanto menilai salah satu dampak yang paling cepat terasa adalah terganggunya suplai minyak. Kondisi itu berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan memicu gangguan pada rantai pasok global. “Harga minyak akan mahal, lalu kemudian supply chain akan terganggu,” kata Hikmahanto saat dihubungi melalui telepon, Rabu (4/3/2026).

Melihat risiko ketidakpastian di kawasan Timur Tengah, ia menyarankan pemerintah Indonesia memprioritaskan penguatan ekonomi domestik. Menurutnya, upaya menjaga perekonomian nasional perlu dilakukan tanpa terlalu bergantung pada kondisi ekonomi global, sembari tetap waspada jika konflik berlangsung lama. “Pemerintah lebih fokus ke perekonomian di dalam negeri dengan kewaspadaan bahwa jangan-jangan perang ini akan berlangsung lama seperti itu,” ujarnya.

Dalam pandangannya, Presiden AS Donald Trump dinilai tidak memperkirakan perang melawan Iran akan berlangsung panjang setelah membunuh Ali Khamenei. Hikmahanto mengatakan Trump kemungkinan mengira konflik dapat selesai dengan cepat. “Karena Trump tadinya mungkin berpikir kayak Venezuela ya dalam waktu 3 jam gitu ya itu sudah selesai semua,” katanya.

Namun, ia menilai kematian Ali Khamenei justru membuat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) semakin militan. Selain itu, ia menyebut peristiwa tersebut turut memicu kemarahan di sejumlah tempat, termasuk Pakistan, yang kemudian berdampak pada serangan terhadap kedutaan AS di wilayah tersebut.

Hikmahanto juga mengingatkan soal potensi dampak keamanan bagi warga yang bepergian ke luar negeri. Ia mencontohkan kemarahan terhadap Trump di suatu negara bisa saja dilampiaskan kepada warga negara AS yang berada di sana. “Bahkan warga UI kalau bepergian ke luar negeri mereka harus hati-hati karena mungkin di negara yang dikunjungi, rakyatnya marah sama Trump tapi dilampiaskan ke warga negara AS,” ujarnya.