BERITA TERKINI
Hari Multilateralisme dan Diplomasi untuk Perdamaian Internasional Diperingati Setiap 24 April

Hari Multilateralisme dan Diplomasi untuk Perdamaian Internasional Diperingati Setiap 24 April

Hari Multilateralisme dan Diplomasi untuk Perdamaian Internasional diperingati setiap tahun pada 24 April. Peringatan ini bertujuan mempromosikan penggunaan diplomasi dan pengambilan keputusan kolektif dalam menangani konflik serta menjawab tantangan global, dengan menjunjung prinsip perdamaian, keamanan, dan hak asasi manusia sebagaimana tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut informasi dari situs resmi PBB, hari peringatan tersebut ditetapkan secara resmi oleh Majelis Umum PBB pada 12 Desember 2018 melalui resolusi A/RES/73/127. Penetapan dilakukan melalui pemungutan suara dengan hasil 144 suara mendukung dan 2 suara menentang.

Melalui resolusi itu, Majelis Umum PBB mengundang seluruh Negara Anggota, pengamat, serta organisasi di bawah naungan PBB untuk merayakannya. PBB mendorong peringatan ini menjadi sarana penyebarluasan manfaat multilateralisme dan diplomasi bagi perdamaian, termasuk melalui kegiatan pendidikan dan peningkatan kesadaran publik.

Sebelumnya, komitmen terhadap multilateralisme serta perdamaian dan keamanan internasional ditegaskan oleh sebagian besar pemimpin dunia dalam Debat Umum pada September 2018. Komitmen tersebut kemudian diperkuat dalam diskusi pada Dialog Tingkat Tinggi tentang Memperbarui Komitmen terhadap Multilateralisme yang berlangsung pada 31 Oktober 2018.

Piagam PBB menyatakan salah satu tujuan dan prinsip organisasi ini adalah komitmen untuk menyelesaikan sengketa dengan cara damai serta tekad melindungi generasi mendatang dari bencana perang. Namun, pencegahan konflik disebut masih menjadi aspek pekerjaan PBB yang relatif kurang dipublikasikan.

Dalam konteks itu, diplomasi dinilai paling efisien dan diinginkan ketika digunakan untuk meredakan ketegangan sebelum berkembang menjadi konflik. Apabila konflik sudah terjadi, diplomasi diharapkan dapat dilakukan secara cepat untuk menahannya sekaligus menyelesaikan penyebab mendasar. Diplomasi preventif dipandang penting untuk mendukung upaya PBB dalam membantu penyelesaian sengketa secara damai.