BERITA TERKINI
Hypernet Bidik Peran Mitra Transformasi Digital di Tengah Ketidakpastian Global

Hypernet Bidik Peran Mitra Transformasi Digital di Tengah Ketidakpastian Global

Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, transformasi digital kian menjadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha. Perubahan teknologi yang cepat, tekanan geopolitik, serta tuntutan efisiensi mendorong perusahaan memperkuat adopsi teknologi untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis.

Sejalan dengan tren tersebut, Hypernet Technologies melihat peluang untuk memperluas perannya sebagai mitra transformasi digital bagi pelaku usaha. Perusahaan menilai kebutuhan terhadap solusi berbasis cloud, jaringan terkelola, keamanan siber, hingga integrasi kecerdasan buatan terus meningkat, seiring upaya perusahaan meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional.

Hypernet menyebut pendekatan yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan, tetapi juga integrasi solusi yang dapat mendukung proses bisnis secara lebih adaptif dan terukur. Hal ini mencerminkan pergeseran kebutuhan pasar yang tidak lagi sekadar membutuhkan infrastruktur teknologi, melainkan juga strategi digital yang menyeluruh.

“Transformasi digital saat ini bukan sekadar efisiensi, tetapi tentang bagaimana bisnis bisa tetap relevan di tengah perubahan global. Hypernet Technologies berupaya menjadi enabler bagi pelaku usaha untuk berinovasi dan beradaptasi secara berkelanjutan,” ujar Ferdy Zulkarnain, Marketing Communication Section Head Hypernet Technologies, dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).

Di sisi lain, Hypernet menilai kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas pengusaha seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), penting untuk mempercepat adopsi teknologi di kalangan pelaku usaha, khususnya segmen usaha kecil dan menengah.

Kerja sama Hypernet dan Hipmi dalam ajang Forum Bisnis Daerah 2026 disebut menjadi langkah strategis untuk mendorong percepatan transformasi digital di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks. Ajang tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha hingga praktisi industri, untuk membahas prospek ekonomi Jakarta dan nasional, termasuk cara pelaku bisnis beradaptasi terhadap perubahan teknologi, ketidakpastian geopolitik, serta percepatan tren digitalisasi.