Pemerintah Republik Indonesia dan Prancis memperkuat kemitraan strategis di bidang kebudayaan melalui pertemuan bilateral antara Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis Catherine P egard di Paris, Kamis (23/4).
Menurut siaran resmi Kementerian Kebudayaan, pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari Deklarasi Bersama Strategi Kebudayaan atau Borobudur Declaration yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai kerangka kerja sama kedua negara.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan kerja sama kebudayaan Indonesia dan Prancis terus berkembang, terutama pada sektor warisan budaya, museum, industri budaya, dan transformasi digital.
Pada kesempatan yang sama, kedua negara menyaksikan penandatanganan dua perjanjian kerja sama, yakni antara c9cole du Louvre dan Indonesia Heritage Agency (IHA), serta antara Centre des Monuments Nationaux (CMN) dan InJourney.
Fadli Zon menyatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memastikan implementasi kerja sama berjalan konkret dan berkelanjutan. Ia menekankan Indonesia mendorong kolaborasi yang menghasilkan program nyata dan berdampak langsung bagi ekosistem budaya kedua negara.
Kerja sama Indonesia-Prancis di bidang kebudayaan harus berkembang secara konkret, resiprokal, dan berdampak jangka panjang, kata Fadli.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan kawasan Borobudur dan Prambanan, penguatan Museum Academy, serta penyelenggaraan pameran Indonesia di Guimet Museum. Kedua negara juga mendorong riset bersama dengan c9cole fran e7aise dExtr eame-Orient (EFEO) dan pelindungan warisan budaya yang terdampak perubahan iklim melalui kerangka ALIPH.
Di sektor industri budaya, kolaborasi diperluas ke bidang film, musik, seni rupa, dan sastra. Pada bidang perfilman, kerja sama meliputi keberlanjutan Indonesia-France Film Lab, kolaborasi dengan La F e9mis dan CNC, serta partisipasi dalam forum internasional seperti Cannes Film Festival, Critics Week, dan Annecy International Animation Film Festival.
Sementara pada bidang sastra, kerja sama mencakup program Choix Goncourt Indon e9sie, Read Indonesia, serta kolaborasi dengan The Centre national du livre melalui program residensi dan festival sastra.
Kedua negara turut menyoroti pentingnya transformasi digital kebudayaan, termasuk pengelolaan data budaya, digitalisasi aset, dan pengembangan co-creation berbasis warisan budaya digital.