Duta Besar Indonesia untuk Thailand merangkap Komisi Ekonomi dan Sosial Asia dan Pasifik PBB (UNESCAP), Hari Prabowo, menyerukan agar negara-negara Asia dan Pasifik terus memberi contoh kerja sama di tengah ketegangan geopolitik yang dinilai menekan sistem multilateral.
Seruan itu disampaikan Hari dalam sambutannya pada pembukaan Sidang ke-82 UNESCAP di Bangkok, Thailand, Senin. Ia menilai kawasan Asia-Pasifik, meski masih berada dalam kondisi yang relatif beruntung di tengah gejolak global, harus tetap bergerak dan tidak terlena.
“Asia Pasifik harus memimpin dengan contoh. Janganlah kita teralihkan dengan rivalitas; kita harus terus dipandu oleh kerja sama demi kemajuan bersama,” kata Hari, sebagaimana disiarkan daring melalui UN Web TV dan dipantau di Jakarta.
Menurut dia, Asia-Pasifik perlu menjadi teladan bagi kerja sama internasional, sementara UNESCAP diharapkan berperan sebagai jembatan untuk membangun kepercayaan melalui kolaborasi yang berdampak dan menghasilkan manfaat konkret bagi semua pihak, termasuk kelompok yang paling rentan.
Hari juga menyinggung ketahanan kawasan yang, menurutnya, terwujud berkat pembangunan berorientasi ke depan. Ia menunjuk capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) atau Agenda 2030 serta inovasi di berbagai bidang sebagai contoh.
“Kita proaktif dalam menyambut sumber pertumbuhan baru, termasuk transformasi digital, ekonomi hijau dan biru, dan inklusi keuangan,” ujarnya.
Dengan berbagai keunggulan itu, ia mendorong negara-negara anggota UNESCAP memastikan kawasan Asia-Pasifik tidak hanya menjadi motor penggerak dunia, tetapi juga “sebagai kompas dunia”. Ia menilai UNESCAP memiliki nilai strategis dalam menetapkan arah untuk mencapai Agenda 2030 dan rencana ke depan, serta menegaskan adanya tanggung jawab bersama di antara anggota untuk memenuhi target tersebut.
“Kita harus bekerja keras demi martabat setiap manusia, termasuk melalui kemajuan ekonomi dan sosial,” kata Hari.
Sidang ke-82 UNESCAP berlangsung pada 20–24 April 2026 di Bangkok, Thailand. Agenda utama pertemuan tersebut menyerukan kerja sama yang lebih kuat guna memastikan “tidak ada seorang pun tertinggal” di tengah dinamika dunia yang sangat cepat berubah.
Lebih dari 477 peserta dari 58 negara anggota mengikuti pertemuan yang diselenggarakan bersama oleh UNESCAP, Azerbaijan, dan Thailand.