Ketidakpastian dalam konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali menekan perekonomian global. Situasi yang belum jelas arahnya membuat pelaku pasar menghadapi risiko baru, terutama terkait stabilitas energi dan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi di berbagai negara.
Di tengah tekanan tersebut, Iran dinilai menunjukkan kekuatan melalui lonjakan harga minyak. Kenaikan harga komoditas energi itu menjadi salah satu indikator bagaimana tensi geopolitik dapat cepat merembet ke pasar dan memengaruhi persepsi investor.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump tetap menyatakan keyakinannya di tengah situasi yang berkembang. Sikap percaya diri dari pihak AS muncul bersamaan dengan meningkatnya perhatian pasar terhadap kemungkinan berlarutnya perang ekonomi dan dampaknya terhadap daya tahan masing-masing pihak.
Dengan ketegangan yang belum mereda, pasar global cenderung bergerak hati-hati. Ketidakpastian terkait hubungan Iran-AS berpotensi terus menjadi faktor penekan, terutama jika perkembangan terbaru kembali memicu volatilitas di sektor energi.