BERITA TERKINI
Jurnal Iqtishaduna Edisi V Soroti Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Nilai

Jurnal Iqtishaduna Edisi V Soroti Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Nilai

Jakarta, 4 April 2026 — Jurnal Iqtishaduna edisi kelima menghadirkan refleksi tentang arah pembangunan ekonomi berbasis nilai di tengah dinamika global yang kian kompleks. Edisi ini mengangkat kajian utama mengenai konsep ekonomi perlawanan dalam pemikiran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi, penguatan produksi domestik, serta ketahanan menghadapi tekanan eksternal.

Dalam kajian tersebut, gagasan ekonomi perlawanan diposisikan sebagai alternatif terhadap dominasi sistem ekonomi global yang dinilai cenderung eksploitatif. Kerangka konseptual ini juga disebut relevan untuk konteks Indonesia, terutama dalam upaya membangun sistem ekonomi yang lebih adil dan berdaulat.

Selain pembahasan konseptual, edisi ini turut mengulas praktik pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dengan menyoroti penguatan koperasi sebagai instrumen ekonomi umat. Sejumlah artikel memuat hasil penelitian lapangan, analisis kebijakan, serta wawancara dengan narasumber yang disebut kompeten. Dari rangkaian tulisan itu, koperasi digambarkan memiliki potensi strategis dalam membangun kemandirian kolektif.

Jurnal ini juga memandang koperasi tidak semata sebagai entitas ekonomi, melainkan sebagai gerakan sosial yang dapat mengintegrasikan nilai solidaritas, keadilan distribusi, dan efisiensi dalam satu sistem yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Jurnal Iqtishaduna Edisi V memperluas perspektif dengan menghadirkan tulisan-tulisan yang membahas isu kontemporer ekonomi umat, termasuk tantangan globalisasi, transformasi pola pikir generasi muda, serta strategi penguatan ekosistem ekonomi berbasis nilai. Keseluruhan artikel dirangkai dalam benang merah yang sama, yakni mendorong pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberkahan, keadilan, dan keberlanjutan.

Melalui tema-tema tersebut, edisi ini diharapkan menjadi kontribusi intelektual dalam merumuskan arah baru pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia.