Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghadapi ketidakpastian global yang sedang berlangsung, termasuk konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Menurut Anindya, meski situasi global dinilai tidak sedang baik-baik saja, kekompakan pemerintah dan sektor swasta dapat membuka jalan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia mengingatkan agar semua pihak tetap waspada dan tidak bersikap jumawa.
Ia menyebut kolaborasi diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, serta penciptaan lapangan kerja dan pengusaha baru terus bertumbuh. Kadin, lanjutnya, juga akan kembali berkoordinasi dengan konstituen di tingkat daerah untuk memastikan kesiapan hingga level kabupaten/kota dalam menghadapi dinamika global.
Anindya menilai, di balik tekanan ekonomi global terdapat peluang yang bisa dimanfaatkan. Ia mendorong perubahan pola pikir agar lebih mandiri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri. Dunia usaha, kata dia, siap mendukung berbagai program pemerintah, termasuk inisiatif sosial yang bertujuan menggerakkan ekonomi hingga ke daerah.
Terkait potensi dampak kenaikan harga minyak, Anindya menyatakan dunia usaha memahami bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skema dan skenario mitigasi. Hal itu, menurutnya, memberikan keyakinan bahwa negara sudah menyiapkan langkah antisipasi.
Meski demikian, ia menekankan pelaku usaha tetap perlu melakukan efisiensi dan penghematan untuk menjaga daya tahan di tengah situasi yang menantang. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan biaya energi, termasuk upaya penghematan listrik, agar tidak menambah beban anggaran subsidi.
Dari sisi likuiditas, Anindya menyebut kondisi perbankan relatif memadai sehingga ruang pembiayaan bagi dunia usaha tetap tersedia. Namun, ia menegaskan prioritas saat ini adalah bertahan dan menjaga stabilitas, sambil bersama-sama mencari peluang untuk kembali tumbuh.

