Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral bersama sejumlah menteri serta pimpinan badan dan lembaga negara untuk membahas potensi dampak eskalasi global terhadap kondisi dalam negeri.
Rakor tersebut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, serta perwakilan Pertamina.
“Baru saja kami melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas terkait dengan isu-isu yang tentunya harus kami ikuti terkait dengan dampak ekskalasi global yang tentunya juga berdampak terhadap situasi di dalam negeri,” kata Sigit dalam keterangan yang dikutip Rabu, 29 April 2026.
Sigit menjelaskan, rakor ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi lintas unsur dalam menjaga dan mengawal program Presiden Prabowo Subianto di tengah eskalasi global. Dari sisi Polri, ia menekankan komitmen untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap aman dan kondusif.
Menurut Sigit, para peserta rapat memperoleh gambaran umum dari para pemangku kebijakan, termasuk pimpinan lembaga, menteri Kabinet Merah Putih, dan kepala badan. Ia menilai pembahasan tersebut bersifat penting dan strategis untuk menjaga apa yang telah dijalankan pemerintah.
Kapolri juga menyatakan Polri bersama pihak terkait berkomitmen mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat. Ia menegaskan Korps Bhayangkara akan melakukan mitigasi terhadap berbagai dampak maupun risiko yang muncul akibat eskalasi global.
“Khususnya dalam menjaga agar pertumbuhan ekonomi kita yang saat ini sudah berada di angka 5 persen, dan pemerintah terus mendorong agar ini terus tumbuh. Ditambah dengan program-program kebijakan yang ada di Asta Cita, ini terus bisa berjalan, dan kita memitigasi berbagai macam risiko yang akan timbul,” ucap Sigit.
Ia menambahkan, gambaran yang diperoleh dalam rakor menjadi dasar untuk menyusun langkah mitigasi terhadap berbagai isu ke depan. Sigit turut menegaskan pemerintah terus menjalankan program ketahanan, sementara Polri disebut berada di garda terdepan dalam mengawal kebijakan yang dikeluarkan untuk kepentingan masyarakat.
“Namun juga kita tetap terus waspada terhadap eskalasi yang ada sehingga kemudian seluruh capaian yang telah dilaksanakan, yang telah dijalankan oleh pemerintah ini terus bisa kita pertahankan,” tutup Sigit.