Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus sektor tekstil sebagai upaya menekan angka pengangguran. Menurutnya, kehadiran BUMN tekstil dapat menjadi langkah strategis di tengah tantangan deindustrialisasi, dengan catatan ditempatkan secara tepat dalam ekosistem industri nasional.
Nasim menilai BUMN tekstil sebaiknya difokuskan untuk memperkuat sektor hulu, terutama penyediaan bahan baku seperti benang dan kain. Ia menyebut penguatan pasokan bahan baku diperlukan untuk menutup celah struktural yang selama ini menjadi kelemahan industri tekstil nasional.
“Kunci utamanya adalah bagaimana BUMN ini ditempatkan secara tepat. Sebaiknya difokuskan untuk menyediakan bahan baku, benang, dan kain guna menutup celah struktural yang selama ini menjadi kelemahan industri tekstil nasional,” kata Nasim di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Ia menegaskan, BUMN tekstil diharapkan berperan sebagai penopang (anchor) industri yang dapat memastikan stabilitas pasokan bahan baku. Nasim juga mengingatkan agar pemerintah tidak masuk ke sektor hilir yang dinilainya sudah padat persaingan dengan pelaku swasta yang telah ada.
Selain itu, Nasim meminta pemerintah mengambil pelajaran dari kasus pailitnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Ia menilai kegagalan perusahaan besar tidak selalu dipicu faktor pasar global, melainkan kerap terkait lemahnya tata kelola dan manajemen risiko.
“Kita tidak boleh menutup mata dari kasus Sritex. Tanpa tata kelola yang baik dan transparan, perusahaan sebesar apa pun bisa tumbang. Jangan sampai niatnya mau untung, tapi justru berujung buntung,” ujarnya.
Nasim menyebut sedikitnya ada tiga syarat agar BUMN tekstil dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa membebani keuangan negara. Pertama, penerapan prinsip good corporate governance (GCG) yang ketat. Kedua, perencanaan bisnis yang realistis dan transparan. Ketiga, pengawasan yang ketat untuk memastikan fungsi strategis negara berjalan.
Ia berharap, apabila dikelola dengan baik, BUMN tekstil dapat menjadi motor penggerak industri nasional, membuka lapangan kerja, serta melindungi kepentingan pekerja. “Jika dikelola dengan benar, manfaat sosial dan ekonominya akan nyata,” kata Nasim.

