Latar belakang karya tulis ilmiah merupakan bagian yang menjelaskan secara ringkas penelitian yang akan dilakukan sekaligus alasan mengapa topik tersebut penting untuk dibahas. Pada bagian ini, penulis juga perlu menyajikan ulasan penelitian terkait serta menjelaskan perbedaan atau celah yang membedakan penelitian yang akan dilakukan dengan studi sebelumnya.
Dalam penyusunan karya tulis ilmiah, latar belakang kerap dipahami berdekatan dengan pendahuluan, padahal keduanya tidak sama. Pendahuluan adalah bab pertama dalam karya tulis yang mencakup beberapa unsur, termasuk tinjauan pustaka. Sementara itu, latar belakang merupakan salah satu unsur di dalam pendahuluan, bersama unsur lain seperti rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, rancangan penelitian, hingga tinjauan pustaka.
Meski hanya salah satu unsur, latar belakang memiliki aspek, komponen, dan isi yang perlu disusun secara sistematis agar pembaca memahami konteks masalah, urgensi penelitian, serta arah kajian yang akan dilakukan.
Aspek utama dalam latar belakang
Secara umum, latar belakang memuat dua aspek utama. Pertama, aspek empiris, yakni aspek yang menggambarkan adanya kesenjangan atau ketimpangan sehingga suatu permasalahan layak dijadikan topik penelitian. Kedua, aspek teoritis, yaitu aspek yang memuat teori yang menarik minat penulis, disertai paparan penelitian yang pernah dilakukan serta sumber-sumber relevan.
Komponen yang perlu dimuat
Dalam latar belakang, terdapat sejumlah hal yang perlu dikemukakan. Di antaranya alasan peneliti memilih topik tersebut, pentingnya masalah hingga perlu diteliti, serta alasan keilmuan yang mendorong penelitian dilakukan beserta urgensinya. Selain itu, latar belakang juga memuat data empiris yang berkaitan dengan masalah penelitian serta pernyataan pakar mengenai relevansi dan urgensi masalah sehingga layak dikaji.
Isi latar belakang masalah
Isi latar belakang dapat mencakup beberapa elemen. Pertama, data atau fakta yang menjadi landasan penelitian. Kedua, kesenjangan penelitian yang dapat muncul dari perbedaan hasil penelitian terdahulu, konsep, teori, data, atau persoalan yang menyisakan celah bagi penelitian selanjutnya. Ketiga, analisis yang bertujuan memperjelas masalah agar dapat diterima pembaca. Keempat, alasan mengapa penelitian perlu dilakukan, yang seharusnya mengemuka sebagai kesimpulan dari analisis.
Alur penyusunan dengan piramida terbalik
Dalam praktiknya, penyusunan latar belakang kerap menggunakan pola piramida terbalik karena dinilai relatif mudah diterapkan. Pada bagian awal, penulis menjelaskan gambaran umum dari hal yang luas hingga mengerucut pada fokus masalah inti dan ruang lingkup penelitian. Bagian tengah diisi fakta, fenomena, data, serta pendapat ahli yang berkaitan dengan pentingnya masalah, termasuk dampak negatif jika persoalan tidak segera diatasi, dengan dukungan teori dan penelitian terdahulu. Pada bagian akhir, penulis dapat menyampaikan solusi yang bisa ditawarkan secara teoritis maupun praktis, lalu menegaskan judul penelitian.
Contoh latar belakang karya ilmiah
Salah satu contoh latar belakang karya ilmiah ditunjukkan melalui topik pembelajaran apresiasi drama. Pada bagian urgensi masalah disebutkan bahwa apresiasi drama merupakan kompetensi dasar mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia. Namun, mahasiswa kerap mengalami kesulitan karena apresiasi yang dilakukan sering hanya sebatas komentar umum tentang jalan cerita, padahal banyak aspek lain yang dapat diapresiasi.
Pada bagian teori umum dijelaskan tahapan apresiasi drama, meliputi pemahaman sinopsi, karakter tokoh, alur, konflik, hingga dialog antar tokoh (Teuw, 2021:66). Tahapan tersebut dinilai dapat dilakukan lebih mudah bila diterapkan media pembelajaran yang tepat.
Selanjutnya, alasan penelitian dikaitkan dengan pendapat Moulton (1957) yang menyebut drama sebagai hidup yang ditampilkan dalam gerak. Karena itu, stimulus berupa pementasan drama melalui media audiovisual diharapkan membantu mahasiswa mengapresiasi drama, tidak hanya membaca teks. Bagian penegasan kemudian menyimpulkan perlunya media interaktif untuk memudahkan apresiasi drama, sehingga topik “Penggunaan Media Audiovisual Dalam Pembelajaran Apresiasi Drama” dinilai perlu ditulis dan dibahas lebih lanjut.
Melalui struktur tersebut, latar belakang berfungsi mengantarkan pembaca pada pemahaman mengenai masalah, alasan penelitian dilakukan, serta arah kajian yang akan ditempuh.

