Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, memperingatkan masa depan stabilitas kawasan Asia Tenggara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Ia menyoroti potensi risiko yang dapat muncul pada jalur pelayaran strategis di kawasan.
Peringatan itu disampaikan Balakrishnan dalam sesi panel CNBC Converge Live di Singapura, Selasa (28/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menilai dampak geopolitik dari blokade di Selat Hormuz saat ini hanya merupakan sebuah “latihan awal”.
Balakrishnan juga menyampaikan bahwa Selat Malaka dapat menjadi lebih berbahaya dibanding Selat Hormuz apabila terjadi perang antara Amerika Serikat dan China. Pernyataan tersebut menekankan kekhawatiran Singapura terhadap kemungkinan gangguan yang lebih luas pada stabilitas dan keamanan kawasan.