BERITA TERKINI
Menlu Sugiono Paparkan Capaian Diplomasi Prabowo: Kerja Sama Rusia hingga Transfer Teknologi Alutsista Prancis

Menlu Sugiono Paparkan Capaian Diplomasi Prabowo: Kerja Sama Rusia hingga Transfer Teknologi Alutsista Prancis

Menteri Luar Negeri RI Sugiono memaparkan sejumlah capaian diplomasi Indonesia dalam konferensi pers resmi di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 22 April 2026. Kegiatan penyampaian progres program pemerintah itu disebut terselenggara melalui kolaborasi Kantor Staf Presiden (KSP) dan Badan Komunikasi Pemerintah.

Dalam keterangannya, Sugiono menilai posisi tawar Indonesia di panggung internasional menguat di tengah situasi geopolitik yang disebutnya tidak terprediksi. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung sejumlah langkah diplomasi strategis.

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa situasi dunia saat ini, situasi geopolitik adalah merupakan situasi yang sangat tidak terprediksi. Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa situasi ini adalah situasi yang bahaya,” ujar Sugiono.

Sugiono juga menegaskan kembali arah diplomasi bebas aktif yang, menurutnya, ditekankan Presiden Prabowo untuk menjaga dan memperjuangkan kepentingan nasional. “Bapak Presiden menyampaikan bahwa seribu kawan terlalu sedikit dan satu lawan terlalu banyak, yang kita arahkan untuk menjaga dan memperjuangkan kepentingan-kepentingan nasional,” kata Sugiono.

Kunjungan ke Rusia: energi, pupuk, dan peluang program kosmonot

Sugiono menyoroti kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Moskow, Rusia, pada pertengahan April 2026. Pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin, menurutnya, menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, termasuk upaya mengamankan pasokan energi dan pupuk di tengah kelangkaan logistik global yang dikaitkan dengan ketegangan di Timur Tengah.

Sugiono menyebut dampak langkah tersebut diklaim sudah dirasakan di tingkat lapangan. Ia mengatakan ada testimoni dari petani terkait ketersediaan pupuk. “Kita juga mendapatkan testimoni dari berbagai sumber, petani-petani di lapangan bahwa ketersediaan pupuk merupakan sesuatu yang gampang didapat, barangnya ada, harganya turun, dan jalur distribusinya juga sangat pendek,” ujarnya.

Selain isu pangan dan energi, Sugiono menyampaikan adanya pembahasan kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa. Ia mengatakan Presiden Prabowo menyampaikan kemungkinan Indonesia mengirim orang-orang terpilih untuk mengikuti program kosmonot Rusia. “Pak Presiden juga menyampaikan kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonotnya Rusia,” kata Sugiono.

Prancis: dorong alih teknologi alutsista dan kerja sama sektor lain

Setelah Rusia, Sugiono menyebut diplomasi berlanjut ke Paris, Prancis. Ia memaparkan hasil pertemuan empat mata Presiden Prabowo dengan Presiden Emmanuel Macron, yang menurutnya turut ditopang kedekatan personal kedua pemimpin.

Dalam pertemuan itu, Sugiono mengatakan kerja sama alat utama sistem persenjataan (alutsista) diarahkan tidak sebatas pembelian, melainkan juga alih teknologi dan penguatan pendidikan. “Terjadi apa yang disebut satu kerja sama beyond procurement. Kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli,” ujar Sugiono.

Sugiono menambahkan, pembahasan dengan Prancis juga mencakup komitmen kerja sama di sektor pemanfaatan mineral kritis, ekonomi kreatif, infrastruktur, dan transportasi. Ia menyebut peningkatan status kemitraan strategis yang lebih komprehensif masih dibahas intensif.

Jepang dan Korea Selatan: komitmen dagang dan investasi

Di kawasan Asia Timur, Sugiono mengingatkan kembali hasil kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan. Dari Jepang, ia menyebut Indonesia menyepakati nilai kerja sama dagang sebesar 23,63 miliar dolar AS. Sementara dari Korea Selatan, ia menyampaikan adanya komitmen investasi senilai 10 miliar dolar AS.

Menurut Sugiono, komitmen tersebut diproyeksikan membuka lapangan kerja baru. Ia juga menyebut, di sela pembahasan investasi, terdapat rencana untuk meningkatkan jumlah kuota konser di Indonesia, yang ia kaitkan dengan upaya merespons minat generasi muda.

Peran Danantara dan agenda lanjutan

Sugiono turut menyinggung pembentukan Badan Pengelola Investasi Danantara. Ia menyebut lembaga tersebut membantu mempermudah diplomasi ekonomi, termasuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi mekanisme kerja sama serta memperkuat posisi tawar Indonesia.

“Setelah Danantara ini lahir, ini juga merupakan sebuah karya yang begitu menurut saya extraordinary jenius dari Bapak Presiden. Hadirnya Danantara ini selalu bisa menjadi katalisator dari kerja sama yang sangat besar menjadi prosesnya lebih efektif, mekanismenya juga lebih efisien, dan kita memiliki posisi tawar yang tinggi,” kata Sugiono.

Di akhir pernyataannya, Sugiono menyampaikan Kementerian Luar Negeri akan melanjutkan kerja untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. Ia menyebut langkah yang tengah diproses mencakup aksesi kelembagaan OECD serta kemitraan di forum BRICS sebagai bagian dari upaya mengamankan kepentingan nasional Indonesia di tingkat global.