AMPANA — Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Muhidin M. Said, menyatakan pemerintah tetap berkomitmen menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global yang dinilainya semakin menantang.
Hal itu disampaikan Muhidin saat kegiatan reses di Kabupaten Tojo Una-Una, Selasa, 28 April 2026. Ia menyinggung situasi global yang dipengaruhi perang dan ketidakpastian ekonomi dunia, sehingga sejumlah asumsi ekonomi ikut berubah. Meski demikian, ia mengatakan pembangunan di dalam negeri tetap berjalan, walaupun mengalami sedikit perlambatan.
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI ini menjelaskan, salah satu langkah pemerintah adalah mempertahankan harga barang-barang bersubsidi agar tidak mengalami kenaikan yang memberatkan masyarakat. Menurutnya, pemerintah juga menambah alokasi subsidi untuk menahan dampak lonjakan harga.
“Barang-barang yang sudah disubsidi, seperti minyak, tetap dijaga agar tidak naik. Pemerintah menambah subsidi supaya masyarakat tidak terlalu terbebani oleh tekanan ekonomi global,” kata Muhidin.
Selain kebijakan subsidi, ia menyebut sejumlah program yang terus diperjuangkan untuk masyarakat, antara lain Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), bantuan alat pertanian, serta bantuan pompa air untuk mendukung irigasi.
Muhidin juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang telah terealisasi, termasuk pembangunan sejumlah pelabuhan di kawasan Kepulauan Togean dan Pelabuhan Mantangisi. Ia menilai pelabuhan berperan penting bagi daerah kepulauan karena menunjang konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pelabuhan bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga penghubung ekonomi, distribusi barang, serta mendukung pengembangan pariwisata,” ujarnya.
Kegiatan reses tersebut, kata Muhidin, menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat yang selanjutnya akan diperjuangkan dalam pembahasan di DPR RI bersama pemerintah pusat.
Reses berlangsung di ruang pertemuan rumah jabatan Bupati Tojo Una-Una dan diikuti masyarakat setempat. Hadir pula Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, Ketua DPRD Kabupaten Tojo Una-Una Gusnar A. Sulaeman, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Tojo Una-Una.