Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja keuangan syariah Indonesia tetap positif di tengah gejolak ekonomi global serta dinamika geopolitik dan geoekonomi. Total aset industri keuangan syariah nasional per 31 Desember 2025 mencapai Rp 3.100 triliun.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, total aset industri keuangan syariah tersebut meningkat 8,61% secara tahunan (year on year/yoy). Pernyataan itu disampaikan dalam Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Friderica merinci, total aset perbankan syariah tercatat Rp 1.067 triliun, pasar modal syariah Rp 1.800 triliun, dan industri keuangan non-bank syariah sebesar Rp 188 triliun. Menurutnya, capaian tersebut didorong stabilitas sektor jasa keuangan syariah yang dinilai tangguh.
OJK juga mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 9,58% yoy menjadi Rp 755 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan syariah tumbuh 10,14%. Di pasar modal, kapitalisasi pasar disebut mencapai Rp 8.900 triliun atau naik 31,4% yoy.
Selain itu, Friderica menyebut nilai aset under management (AUM) syariah terus meningkat, demikian pula aset asuransi syariah serta piutang pembiayaan syariah yang masih bertumbuh.
Dalam catatan sebelumnya, OJK melaporkan total aset perbankan syariah mencapai Rp 1.028,18 triliun pada Oktober 2025. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan angka tersebut tumbuh 11,34% yoy dan menjadi nominal tertinggi (all time high) sepanjang berdirinya industri perbankan syariah di Indonesia.
Dari sisi intermediasi, penyaluran pembiayaan perbankan syariah pada Oktober 2025 tercatat Rp 685,55 triliun atau tumbuh 7,78% yoy. Adapun DPK yang dihimpun mencapai Rp 820,79 triliun atau tumbuh 14,26% yoy. OJK menyebut capaian pembiayaan dan DPK tersebut juga merupakan nominal tertinggi selama bank syariah beroperasi di Indonesia.
Dian menambahkan, OJK akan terus memastikan implementasi Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027 untuk mendukung industri perbankan syariah yang terakselerasi dan tumbuh berkelanjutan.

