Proses Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 tidak hanya menilai prestasi akademik, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi calon mahasiswa. Salah satu data yang dinilai penting namun kerap luput diperhatikan adalah jumlah tanggungan orang tua. Kesalahan pengisian dapat memunculkan ketidaksesuaian dengan data sosial ekonomi lain dan berujung pada penandaan data sebagai tidak wajar hingga memicu verifikasi tambahan.
Dalam SNPMB, jumlah tanggungan orang tua merujuk pada total individu yang secara ekonomi masih bergantung kepada orang tua atau wali. Data ini digunakan untuk memberi gambaran beban finansial keluarga dan terhubung dengan informasi lain seperti penghasilan, status pekerjaan, serta kepemilikan bantuan sosial. Karena itu, pengisian harus akurat dan sesuai kondisi sebenarnya, bukan sekadar menghitung jumlah anak.
Jumlah tanggungan berfungsi sebagai indikator beban ekonomi. Semakin banyak pihak yang ditanggung dengan penghasilan terbatas, sistem dapat membaca adanya tekanan ekonomi yang lebih besar. Meski bukan satu-satunya penentu kelulusan, data ini menjadi bagian dari analisis menyeluruh yang juga mencakup nilai akademik dan prestasi. Pada jalur tertentu seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan program afirmasi, kesesuaian data sosial ekonomi dapat memberi pengaruh tidak langsung.
Kesalahan input—terlalu kecil atau terlalu besar dibanding data lain—berpotensi menurunkan kepercayaan sistem terhadap profil ekonomi keluarga. Ketidakkonsistenan ini dapat membuat data ditandai tidak wajar dan, pada beberapa kasus, memicu proses klarifikasi atau verifikasi tambahan dari sekolah maupun panitia seleksi.
Penentuan siapa yang termasuk tanggungan sering menjadi sumber kebingungan. Prinsip utamanya adalah apakah seseorang masih dibiayai atau bergantung secara ekonomi pada orang tua. Yang umumnya termasuk tanggungan antara lain: anak kandung yang masih sekolah atau kuliah (termasuk pendaftar SNPMB), anak angkat yang sah secara hukum dan masih dibiayai, saudara kandung yang tinggal serumah dan belum mandiri secara finansial, serta kakek/nenek yang tinggal serumah tanpa penghasilan.
Sebaliknya, tidak semua anggota keluarga dapat dihitung sebagai tanggungan. Saudara yang sudah bekerja dan mandiri tidak termasuk meskipun masih tinggal serumah. Anggota keluarga yang tinggal terpisah dan tidak lagi dibiayai orang tua juga tidak dihitung. Kerabat jauh tanpa hubungan tanggungan ekonomi yang jelas pun tidak termasuk.
Pengisian jumlah tanggungan dilakukan melalui portal resmi SNPMB pada bagian data orang tua atau wali. Peserta perlu masuk menggunakan akun terdaftar, lalu membuka menu “Data Sosial Ekonomi” atau “Data Orang Tua/Wali” sesuai tampilan sistem pada tahun berjalan. Setelah itu, masukkan angka total pihak yang masih menjadi beban ekonomi orang tua. Pendaftar wajib dihitung sebagai tanggungan. Angka yang diisi perlu selaras dengan data lain seperti jumlah anak, penghasilan orang tua, dan status pekerjaan agar konsisten.
Beberapa contoh dapat membantu memahami cara menghitung. Dalam keluarga dengan ayah bekerja, ibu tidak bekerja, dan dua anak yang masih bersekolah (salah satunya pendaftar SNPMB), jumlah tanggungan yang diisi adalah 2 orang, yaitu kedua anak. Jika dalam keluarga yang sama ada nenek tinggal serumah dan tidak memiliki penghasilan, jumlah tanggungan menjadi 3 orang: dua anak dan nenek. Sementara pada kasus orang tua tunggal, misalnya ibu bekerja menanggung dua anak yang masih sekolah, jumlah tanggungan tetap 2 orang dan tidak memasukkan ibu sebagai pihak yang menanggung.
Dua kesalahan yang paling sering terjadi adalah tidak menghitung diri sendiri sebagai tanggungan dan memasukkan anggota keluarga yang sudah mandiri. Pendaftar SNPMB wajib dihitung sebagai tanggungan. Adapun saudara yang sudah bekerja dan tidak lagi dibiayai orang tua tidak boleh dimasukkan meskipun tinggal satu rumah.
Untuk menghindari masalah saat verifikasi, peserta disarankan menggunakan Kartu Keluarga (KK) sebagai acuan utama, berdiskusi dengan orang tua atau wali agar data sesuai kondisi keluarga, serta memastikan seluruh isian saling mendukung—misalnya kesesuaian antara jumlah tanggungan dengan penghasilan orang tua.
Secara umum, jumlah tanggungan bukan penentu tunggal kelulusan SNPMB, tetapi menjadi bagian penting dalam penilaian kondisi sosial ekonomi. Karena terintegrasi dengan data lain, ketelitian dan kejujuran menjadi kunci agar pengisian tidak menimbulkan ketidaksesuaian. Jika terlanjur salah, perbaikan dapat dilakukan selama masa edit data masih dibuka atau peserta dapat melapor ke pihak sekolah untuk mendapatkan arahan lanjutan.
Dalam ketentuan ini, pendaftar wajib dihitung sebagai tanggungan, sedangkan ayah dan ibu tidak termasuk karena merupakan pihak penanggung. Data jumlah tanggungan dapat berpengaruh secara tidak langsung, terutama pada penilaian yang mempertimbangkan kondisi finansial keluarga.

