Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Forum Bisnis Daerah 2026 bertema “Indonesia Economic Outlook: Strategi Daerah Menjawab Dinamika Ekonomi Global” di Pondok Indah Golf, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (26/4). Forum yang diinisiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya itu disebut sebagai ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Dalam sambutannya, Rano menilai forum tersebut penting untuk menjawab tantangan dunia usaha di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks. Ia menekankan kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha sebagai kunci menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Rano menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menyederhanakan perizinan serta menyiapkan insentif fiskal guna mendorong investasi dan mempermudah kegiatan usaha.
Selain itu, Pemprov DKI disebut telah menyiapkan sejumlah program untuk menumbuhkan kewirausahaan sekaligus memperluas kesempatan kerja. Program yang disebutkan antara lain Jakarta Entrepreneur, job fair, mobile training unit, hingga Transjakarta Academy.
Rano juga menyoroti peran HIPMI Jaya dalam mendorong inovasi dan memperkuat daya saing ekonomi Jakarta. Menurutnya, organisasi tersebut berpotensi membuka lebih banyak peluang kerja, terutama bagi generasi muda. Ia berharap forum ini melahirkan gagasan konkret yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan.
Ia menegaskan pentingnya menjaga semangat sinergi dan inovasi agar Jakarta mampu bersaing di tingkat global. Rano berharap forum tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan langkah nyata yang berdampak pada iklim investasi.
Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa Jakarta tengah mengakselerasi langkah untuk masuk jajaran 50 kota global pada 2030. Upaya tersebut ditopang pertumbuhan ekonomi Jakarta yang tercatat 5,21 persen secara tahunan (year-on-year).
Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional juga disebut mencapai 16,61 persen, menegaskan posisi strategis ibu kota sebagai pusat ekonomi nasional sekaligus magnet investasi bagi pelaku usaha domestik dan internasional.
Pada 2025, realisasi investasi di Jakarta tercatat Rp270,09 triliun. Capaian itu disebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi serta stabilitas iklim usaha di Jakarta.
Dengan dukungan dunia usaha dan kebijakan pemerintah yang adaptif, Pemprov DKI menyatakan optimistis target menjadikan Jakarta sebagai kota global dapat tercapai. Forum Bisnis Daerah 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah menuju visi tersebut.