BERITA TERKINI
Review Novel "Rumah Untuk Alie" Karya Lenn Liu: Kisah Keluarga, Luka, dan Pencarian Arti Rumah

Review Novel "Rumah Untuk Alie" Karya Lenn Liu: Kisah Keluarga, Luka, dan Pencarian Arti Rumah

Novel Rumah Untuk Alie karya Lenn Liu mengangkat pertanyaan sederhana namun mendasar: apa arti “rumah” bagi seseorang. Lewat kisah yang berangkat dari cerita Alternate Universe (AU) yang sempat viral di TikTok dan X, novel ini menyoroti sisi gelap relasi keluarga—ketika rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru berubah menjadi sumber luka.

Kisah Rumah Untuk Alie sebelumnya dipublikasikan sendiri oleh Lenn Liu melalui akun media sosialnya. Versi novelnya diterbitkan pertama kali pada 27 Februari 2024 oleh Penerbit Kawah Media, dengan ketebalan 300 halaman.

Penulisnya, Lenn Liu, dikenal aktif membagikan karya tulis di berbagai platform. Ia menggunakan akun X @leennnliu, TikTok @ruang_labirin, dan Instagram @lenn.liu. Di media sosial, ia juga kerap membagikan informasi terkait karyanya dan berinteraksi dengan pembaca.

Tokoh utama novel ini adalah Alie Ishala Samantha, remaja 16 tahun yang hidupnya berubah drastis setelah ia dituduh sebagai penyebab kematian Bunda Gianla lima tahun sebelumnya. Sejak itu, Alie mendapat stigma “pembunuh” dan menghadapi penolakan dari ayah serta empat saudaranya: Sadipta, Rendra, Samuel, dan Natta.

Dalam cerita, Alie digambarkan menjalani tekanan fisik dan mental di lingkungan yang semestinya menjadi tempat perlindungan. Rumah yang dulu hangat berubah menjadi ruang yang membuatnya terus mempertanyakan sampai kapan ia harus bertahan, dan apakah rumah itu suatu hari bisa kembali menjadi “rumah” baginya.

Dari sisi penyajian, novel ini dinilai memiliki beberapa kekuatan. Sampulnya disebut menarik, dengan ilustrasi yang membangun nuansa kesepian. Ceritanya juga diposisikan sebagai bacaan yang mengharukan, terutama bagi pembaca yang menyukai genre angst. Penokohan Alie digambarkan kuat, sementara narasi penulis dinilai apik dan mampu menguras emosi pembaca. Selain itu, terdapat kejutan pada bagian akhir cerita.

Meski demikian, terdapat catatan pada alur yang di beberapa bagian terasa lambat, terutama di pertengahan cerita. Kelambatan ini berpotensi membuat sebagian pembaca merasa kurang terikat dan dapat mengurangi intensitas emosi yang sudah dibangun sejak awal.

Di luar aspek teknis, novel ini membawa sejumlah pesan moral. Salah satunya, ajakan untuk tidak menyalahkan orang lain atas peristiwa yang tidak bisa dikendalikan, khususnya kematian. Cerita juga menekankan dampak dendam dalam keluarga—bahwa dendam dapat mengikis kehangatan dan kasih sayang yang seharusnya menjadi fondasi relasi di rumah.

Secara keseluruhan, Rumah Untuk Alie menempatkan persoalan keluarga dan penerimaan sebagai pusat cerita, dengan fokus pada perjalanan emosional tokoh utama yang berusaha bertahan di tengah penolakan orang-orang terdekatnya.