BERITA TERKINI
Saham Asia Diperkirakan Menguat Tipis, Pasar Cermati Harapan Meredanya Konflik Iran

Saham Asia Diperkirakan Menguat Tipis, Pasar Cermati Harapan Meredanya Konflik Iran

Saham-saham Asia diperkirakan dibuka menguat tipis setelah bursa Amerika Serikat (AS) ditutup di zona hijau, seiring kembali munculnya harapan bahwa konflik di Iran perlahan mengarah ke akhir. Namun, aktivitas perdagangan diperkirakan tidak ramai karena sejumlah pasar regional tutup akibat libur.

Di AS, indeks S&P 500 ditutup naik 0,1% setelah sempat turun hingga 1,5%. Nasdaq 100 juga berakhir 0,1% lebih tinggi.

Sementara itu, harga minyak tetap melonjak di atas US$110 per barel. Kenaikan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan eskalasi perang dalam beberapa pekan ke depan, meski pada saat yang sama ia mendesak Iran untuk membuat kesepakatan guna mengakhiri konflik.

Dari Iran, kantor berita negara IRNA melaporkan bahwa pemerintah sedang menyusun protokol dengan Oman untuk memantau lalu lintas melalui Selat Hormuz, yang telah ditutup sejak dimulainya perang. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan, skema tersebut akan mengharuskan kurir barang membayar tol kepada pemerintahan Iran.

“Pasar ekuitas tampak mengabaikan risiko premi tertanam yang lebih tinggi pada minyak dan lebih fokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz. Dengan minyak yang jelas-jelas menjadi penentu selera risiko, keberlanjutan pemulihan di pasar ekuitas tampak rentan,” kata Adam Turnquist, kepala strategi teknis LPL Financial.

Sejumlah pasar Asia yang tutup pada Jumat meliputi Australia, Selandia Baru, Hong Kong, Singapura, Filipina, dan Indonesia. Pasar AS juga dijadwalkan tutup untuk memperingati Jumat Agung, meski pemerintah tetap akan merilis data ekonomi, termasuk laporan ketenagakerjaan non-pertanian bulan Maret.