Pemerintah Amerika Serikat berencana memperketat pembatasan terhadap produsen otomotif asal China agar tidak dapat memasuki pasar domestik. Rencana itu disampaikan Senator Partai Republik Bernie Moreno, yang mengatakan akan mengajukan rancangan undang-undang baru pada bulan depan.
Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat larangan pemerintah AS terhadap kendaraan buatan China yang sebelumnya diberlakukan pada awal 2025 di era pemerintahan Joe Biden. Regulasi itu secara efektif melarang produsen mobil China menjual kendaraan penumpang di AS, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional, terutama terkait potensi pengumpulan data sensitif dari pengguna kendaraan.
Moreno menyatakan rancangan undang-undang yang ia siapkan akan memperluas cakupan larangan, tidak hanya pada impor kendaraan, tetapi juga teknologi dan kemitraan yang melibatkan perusahaan China. Dalam sebuah forum otomotif menjelang New York Auto Show, Moreno menegaskan, “Tidak akan ada mobil China di sini. Dan yang saya harapkan adalah Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa juga mengadopsi standar yang sama dengan kami mulai sekarang.”
Kebijakan pembatasan terhadap produsen otomotif China ini disebut mendapat dukungan kuat dari produsen mobil dan kelompok industri otomotif di AS. Sejumlah asosiasi perdagangan otomotif besar juga dilaporkan telah mengirimkan surat kepada pemerintah AS agar kebijakan tersebut tetap dipertahankan. Permintaan itu disampaikan menjelang rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
Moreno membandingkan kebijakan itu dengan larangan pemerintah AS terhadap perusahaan telekomunikasi China. “Kami tidak mengizinkan Huawei masuk ke infrastruktur telekomunikasi kami. Kami juga tidak akan mengizinkan produsen mobil China masuk ke pasar ini,” ujarnya. Ia menambahkan pemerintah ingin mencegah potensi risiko sejak awal. “Kami akan mencegah ‘kanker’ itu masuk ke pasar kami, dan kami membutuhkan negara lain untuk melakukan ‘kemoterapi’ yang sama.”
Menanggapi rencana tersebut, Kedutaan Besar China di Washington menilai usulan Moreno sebagai bentuk proteksionisme perdagangan. Pihak kedutaan menyatakan China selama ini membuka pasar otomotifnya bagi perusahaan global, sementara AS dinilai membuat hambatan bagi mobil buatan China.
“Mereka telah melakukan proteksionisme perdagangan dan menciptakan berbagai hambatan, termasuk kebijakan subsidi yang diskriminatif untuk menghalangi mobil buatan China masuk ke pasar Amerika Serikat,” kata pernyataan kedutaan. Mereka juga menilai rancangan undang-undang itu bertentangan dengan prinsip ekonomi pasar. “Rancangan undang-undang yang diusulkan melanggar prinsip ekonomi pasar dan persaingan yang adil, serta merupakan bentuk proteksionisme dan tekanan ekonomi. China dengan tegas menentang hal ini.”
Rencana kebijakan tersebut muncul di tengah upaya kedua negara menjaga stabilitas hubungan ekonomi setelah periode ketegangan sebelumnya. Presiden Trump dijadwalkan mengunjungi China pada Mei mendatang sebagai bagian dari upaya mempertahankan hubungan bilateral antara dua ekonomi terbesar dunia itu.
Meski demikian, Trump sebelumnya sempat menyatakan terbuka terhadap kemungkinan produsen mobil China membangun fasilitas produksi di AS. “Jika mereka ingin datang dan membangun pabrik serta mempekerjakan Anda, teman-teman Anda, dan tetangga Anda, itu bagus. Saya menyukainya,” kata Trump dalam pidato di Detroit Economic Club pada Januari lalu.

