BERITA TERKINI
Talkshow Energy Connect 5.0 Bahas Kesiapan Gen Z Memasuki Dunia Kerja Sektor Energi

Talkshow Energy Connect 5.0 Bahas Kesiapan Gen Z Memasuki Dunia Kerja Sektor Energi

JAKARTA — Kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja di sektor energi menjadi fokus utama dalam Talkshow Energy Connect 5.0 yang digelar di Jakarta, Sabtu (24/1/2026). Forum ini menekankan pentingnya pembekalan sejak dini bagi mahasiswa untuk menjawab kompleksitas dan dinamika industri energi nasional.

Kegiatan yang diselenggarakan Bicara Energi di bawah naungan IPA Convex itu mengusung tema Beyond the Barrels: Innovation and the Future of Energy Sector. Acara berlangsung di Kantor Dyandra Promosindo, Gelora Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan diikuti lebih dari 60 mahasiswa terpilih dari sejumlah universitas di wilayah Jabodetabek.

Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA) Marjolijn Wajong membuka acara dengan menegaskan peran IPA sebagai wadah pelaku industri energi untuk bertukar informasi sekaligus menjembatani kepentingan pemerintah dan industri.

Dalam sesi diskusi, Chairperson IPA Convex 2026 Hariadi Budiman menyampaikan bahwa sektor energi memiliki karakter industri yang sangat spesifik dan tidak dapat dipelajari hanya melalui teori di ruang kelas. Ia mencontohkan bahwa pengolahan sumber daya energi harus dilakukan dengan nilai komersial yang baik, dan setiap kilang dirancang untuk muatan serta kapasitas minyak dan gas tertentu dengan spesifikasi khusus.

Hariadi juga menyoroti meningkatnya kebutuhan energi yang sejalan dengan tuntutan kenyamanan hidup masyarakat. Menurut dia, kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk terus memperkuat ketahanan energi nasional agar kebutuhan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Sementara itu, Human Resources & General Affairs Senior Manager PT Donggi Senoro LNG Dea Rehenda Ginting menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa sejak dini agar tidak mengalami culture shock saat memasuki dunia kerja. Ia turut membagikan pandangannya mengenai strategi menyiapkan Curriculum Vitae (CV) yang relevan dengan kebutuhan industri energi.

Dea mengatakan, nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang baik dapat menjadi pembuka, tetapi bukan penentu diterima atau tidaknya seseorang di perusahaan, terutama bagi lulusan baru. Menurut dia, CV perlu menunjukkan kejelasan peran, dampak dari aktivitas yang pernah dilakukan, serta keterampilan yang dimiliki, dilengkapi foto profesional dan pencapaian yang relevan dengan posisi yang dilamar.

Melalui pembahasan yang mengaitkan kebutuhan industri dengan kesiapan sumber daya manusia, Talkshow Energy Connect 5.0 diposisikan sebagai upaya menyiapkan talenta muda agar siap terjun ke sektor energi sejak hari pertama bekerja, seiring tantangan keberlanjutan industri energi nasional.