Tim Cook dikenal bukan sebagai figur paling visioner dalam melahirkan produk baru di industri teknologi. Namun, di bawah kepemimpinannya, Apple Inc. mencatat pertumbuhan valuasi hingga menembus lebih dari US$4 triliun, serta sempat menyalip Alphabet Inc. pada Februari tahun ini, menurut catatan Bloomberg.
Selama menjabat, fokus utama Cook dinilai lebih banyak tertuju pada pematangan ekosistem rantai pasok Apple. Strategi ini membuat produk andalan perusahaan, iPhone, tetap mampu bersaing di segmen ponsel flagship.
Meski Cook disebut telah meninggalkan posisi CEO, perannya dalam menjaga diplomasi dengan pemerintah federal Amerika Serikat (AS) serta membina hubungan dengan China dan India untuk pengembangan rantai manufaktur diperkirakan akan semakin intens.
Di era kepemimpinan Cook, Apple menjalankan pendekatan yang pragmatis dengan menempatkan efisiensi sebagai tujuan utama. Dalam konteks itu, keberadaan pabrik di China dipandang sebagai elemen kunci bagi masa depan perusahaan.
China bukan hanya menjadi pusat manufaktur Apple dengan lebih dari ribuan mitra, tetapi juga merupakan pasar internasional terpenting perusahaan. Sekitar 20% pendapatan produk Apple, termasuk iPhone, berasal dari kawasan The Greater China yang mencakup Taiwan dan Hong Kong, berdasarkan catatan Bloomberg.