BERITA TERKINI
Trump Dijadwalkan Bertemu Xi pada Mei, Ketegangan Dagang AS-China Kembali Jadi Sorotan

Trump Dijadwalkan Bertemu Xi pada Mei, Ketegangan Dagang AS-China Kembali Jadi Sorotan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping pada Mei, dalam kunjungan pertama Trump ke China dalam delapan tahun. Pertemuan ini menjadi perhatian karena berlangsung setahun setelah Washington menerapkan tarif global besar-besaran yang penerapannya dinilai tidak selalu konsisten.

Hubungan dua ekonomi terbesar dunia itu dalam beberapa waktu terakhir berkembang dari aksi saling balas tarif menjadi upaya mengelola ketegangan. Proses tersebut berlangsung melalui sejumlah putaran perundingan dagang, serta rangkaian panggilan telepon dan pertemuan antara kedua pemimpin pada tahun lalu.

Sepanjang tahun ini, dinamika dagang AS-China kembali diwarnai langkah investigasi dan perundingan. Pada Maret, AS meluncurkan penyelidikan baru terkait dugaan perdagangan tidak adil berdasarkan “Section 301” terhadap industri-industri China. Beijing merespons dengan penyelidikan balasan.

Pada periode yang sama, rencana penyelenggaraan pertemuan puncak Trump-Xi sempat disiapkan. Namun, Trump menunda kunjungannya ke Beijing hingga pertengahan Mei dengan alasan perang Iran masih berlanjut.

Masih pada Maret, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng serta negosiator perdagangan utama Li Chenggang di Paris untuk putaran pembicaraan keenam. Kedua pihak menyebut pertemuan tersebut “konstruktif”.

Pada Februari, Mahkamah Agung AS menolak rezim tarif global Trump. Meski demikian, Trump mengindikasikan tetap akan menggunakan tarif.

Sementara pada Januari, China menutup tahun 2025 dengan surplus perdagangan rekor. Kondisi itu disebut kemungkinan didorong oleh pengalihan perdagangan ke Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin seiring penurunan ekspor ke AS yang semakin cepat.

Adapun rangkaian peristiwa utama pada 2025 turut membentuk konteks pertemuan yang akan datang. Pada Oktober, China memperluas kontrol ekspor mineral kritis dengan menambahkan lebih banyak unsur tanah jarang (rare earth) serta memperketat pengawasan terhadap pengguna semikonduktor.

Di bulan yang sama, AS menambahkan tarif 100% lagi atas impor China dan memperkenalkan kontrol ekspor terhadap perangkat lunak penting. Kedua negara juga saling menargetkan industri pelayaran masing-masing.

Masih pada Oktober, Trump dan Xi bertemu di Busan, Korea Selatan, dan menyepakati gencatan dagang baru. Washington akan memangkas tarif, sementara Beijing berkomitmen menindak perdagangan fentanil ilegal, melanjutkan pembelian kedelai AS, serta menghentikan sementara pembatasan ekspor tanah jarang.

Selain itu, AS dan China juga membahas rencana divestasi TikTok. Washington turut mendorong pembicaraan dengan Beijing terkait perdagangan bahan kimia, mesin pesawat, serta suku cadangnya.

Pertemuan Trump dan Xi pada Mei diharapkan menjadi momen penting untuk melihat arah pengelolaan ketegangan dagang ke depan, di tengah rangkaian kebijakan tarif, kontrol ekspor, dan negosiasi yang terus berubah.