BERITA TERKINI
UIA Ajak Mahasiswa Perkuat Literasi Kritis di Tengah Memanasnya Konflik Global yang Melibatkan Iran

UIA Ajak Mahasiswa Perkuat Literasi Kritis di Tengah Memanasnya Konflik Global yang Melibatkan Iran

Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) mendorong mahasiswa memperkuat literasi kritis dan pemahaman geopolitik di tengah memanasnya dinamika konflik global, khususnya yang melibatkan Iran. Upaya ini dinilai penting agar generasi muda dapat menyikapi perkembangan internasional secara rasional serta tetap berorientasi pada kepentingan nasional Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan dalam Seminar Internasional bertajuk “Dinamika Konflik Global dan Tanggung Jawab Moral Dunia Islam: Refleksi Atas Perkembangan Terbaru Iran” yang digelar di kampus UIA, Jalan Raya Jatiwaringin, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026).

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah (YAPTA), Dailami Firdaus, menilai Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim perlu bersikap bijak dalam merespons konflik global. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terbawa arus dinamika internasional hingga memicu perpecahan di dalam negeri.

“Siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana sikap kita ke depannya sebagai bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam untuk menjaga agar bangsa ini tetap utuh. Jangan sampai kita terpengaruh lebih dalam sehingga konflik tersebut bergeser atau berdampak ke Indonesia,” ujar Dailami.

Menurutnya, pemerintah dan lembaga pendidikan memiliki peran strategis untuk mencegah munculnya konflik pemikiran di tengah masyarakat. Melalui edukasi yang tepat, ia berharap generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, rasional, dan tidak mudah terprovokasi.

Dailami juga menilai peperangan yang terjadi berkaitan dengan upaya hegemoni pihak-pihak tertentu. Karena itu, ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman dan kecerdasan kepada mahasiswa agar mampu menilai suatu persoalan secara jernih. “Pada akhirnya, peperangan ini sebetulnya berkaitan dengan upaya hegemoni pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberikan pemahaman dan kecerdasan kepada para mahasiswa. Kalian harus mampu melihat mana yang benar dan mana yang salah,” ucapnya.

Ia menegaskan YAPTA tidak berada dalam ranah politik praktis untuk mendukung pihak tertentu. Fokus lembaga, kata dia, adalah mengedukasi masyarakat, terutama mahasiswa, berdasarkan nilai konstitusi dan kepentingan nasional.

“Kami berupaya mengedukasi masyarakat, khususnya mahasiswa. Dari diskusi ini hasilnya luar biasa, banyak ide-ide yang murni dan sangat baik, yang tentu bisa mencerahkan para peserta serta mendorong akademisi untuk turut berbicara berdasarkan dasar konstitusi dan demi kepentingan Indonesia,” katanya.