BERITA TERKINI
Prancis, Inggris, dan Jerman Siap Dukung AS-Israel Usai Serangan Balasan Iran, Sekutu Teheran Masih di Jalur Diplomatik

Prancis, Inggris, dan Jerman Siap Dukung AS-Israel Usai Serangan Balasan Iran, Sekutu Teheran Masih di Jalur Diplomatik

Prancis, Inggris, dan Jerman menyatakan kesiapan mendukung langkah Amerika Serikat dan Israel menyusul serangan balasan Iran ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Tiga negara Eropa itu mengecam keras aksi Teheran yang dinilai sembrono dan berisiko memperluas konflik di Timur Tengah.

Dalam pernyataan bersama, ketiganya menegaskan akan berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan sekutu lainnya untuk menentukan respons, termasuk langkah defensif yang dinilai diperlukan dan proporsional.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan sebuah drone Iran sempat menghantam hanggar di pangkalan udara Prancis di Uni Emirat Arab. Menurut Macron, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun Paris meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan serangan itu tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga menyatakan kesiapan membantu pertahanan sekutu. London disebut menerima permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya di Timur Tengah, meski menegaskan Inggris tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran.

Sementara itu, dukungan dari sekutu Iran—China, Rusia, dan Korea Utara—masih terbatas pada jalur diplomatik. Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyerukan penghentian perang serta kembalinya upaya dialog melalui forum internasional.

Beijing dan Moskow menilai serangan terhadap Iran melanggar hukum internasional dan mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat. Adapun Korea Utara menyebut keterlibatan Amerika Serikat sebagai bentuk agresi.

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Airlangga, Radityo Dharmaputra, menilai kecil kemungkinan China, Rusia, maupun Korea Utara akan terlibat langsung membela Iran. Menurutnya, masing-masing negara memiliki kepentingan strategis yang membuat mereka cenderung menahan diri.