BERITA TERKINI
Utang Pemerintah China Lampaui Uni Eropa pada 2025, Tertinggi Kedua Setelah AS

Utang Pemerintah China Lampaui Uni Eropa pada 2025, Tertinggi Kedua Setelah AS

Utang pemerintah China mencapai US$18,7 triliun pada 2025 dan untuk pertama kalinya melampaui total utang Uni Eropa yang tercatat US$17,6 triliun. Meski demikian, posisi China masih berada di bawah Amerika Serikat (AS) yang utang pemerintahnya mencapai US$38,3 triliun.

Perubahan ini menandai pergeseran penting dalam lanskap utang global, setelah laju pertumbuhan utang China sejak krisis keuangan 2008 berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan Eropa. Dalam periode yang sama, AS dan China sama-sama mempercepat ekspansi utang, terutama setelah 2020, sementara Eropa cenderung menjaga pertumbuhan utangnya lebih terkendali.

Data menunjukkan, pada 2008 utang pemerintah AS berada di level US$10,9 triliun, hampir setara dengan Uni Eropa yang sebesar US$10,7 triliun. Namun pada 2025, utang AS melonjak menjadi US$38,3 triliun, menciptakan selisih US$20,7 triliun dibandingkan Uni Eropa.

China memulai dari basis yang jauh lebih rendah. Pada 2008, utang pemerintah China tercatat sekitar US$1,2 triliun. Sejak saat itu, utangnya tumbuh sekitar 17% per tahun—laju yang cukup untuk menyalip Uni Eropa dalam waktu kurang dari dua dekade.

Secara rata-rata sejak 2008, utang AS tumbuh sekitar 7,7% per tahun, sedangkan Uni Eropa sekitar 3,0% per tahun. Pertumbuhan utang China dikaitkan dengan ekspansi kredit besar-besaran, belanja infrastruktur, serta pertumbuhan ekonomi yang kencang dan didukung negara.

Sementara itu, pertumbuhan utang Uni Eropa relatif lebih lambat seiring pertumbuhan ekonomi nominal yang lebih lemah dan pembatasan fiskal yang lebih ketat. Kondisi ini juga dipengaruhi dampak krisis utang negara Eropa yang mencapai puncaknya pada 2010–2012.