Kesimpulan Konferensi Kedua Komite Sentral Kongres Partai ke-14 yang tertuang dalam Kesimpulan No. 18-KL/TW menetapkan sejumlah sasaran pembangunan untuk periode 2026–2030, termasuk target pertumbuhan “dua digit”. Salah satu tujuan yang ditekankan adalah upaya menempatkan lingkungan investasi Vietnam di peringkat tiga besar ASEAN dan 30 besar dunia pada 2028.
Sejalan dengan itu, dokumen tersebut juga mematok target agar pada 2030 Vietnam menjadi negara berkembang dengan industri modern, berpendapatan menengah-tinggi, serta masuk kelompok 30 ekonomi terbesar dunia berdasarkan produk domestik bruto (PDB). Kedua target ini dipandang saling terkait: perbaikan lingkungan investasi menjadi prasyarat untuk mendorong laju pertumbuhan yang cukup tinggi guna mengangkat posisi PDB.
Dalam konteks keterbukaan perdagangan yang tinggi dan keterhubungan yang kuat dengan ekonomi global, kualitas dan skala pertumbuhan Vietnam ditopang oleh sejumlah faktor, termasuk partisipasi bisnis domestik dalam rantai nilai global, arus investasi asing, dan transfer teknologi. Untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan sekitar 10% per tahun selama lima tahun, diperlukan aliran investasi yang kuat dan berkesinambungan, terutama dari investasi swasta—baik domestik maupun asing—ke sektor-sektor yang paling efektif.
Kesimpulan No. 18-KL/TW menekankan bahwa modal investasi umumnya mencari tiga hal utama: perlindungan hak milik, biaya kepatuhan yang wajar, serta risiko kebijakan yang dapat diprediksi. Tiga faktor ini disebut sebagai inti dari “lingkungan investasi”. Karena itu, target peringkat lingkungan investasi pada 2028 diposisikan sebagai syarat penting untuk memastikan aliran modal yang cukup besar demi mendukung target ekonomi 2030.
Dokumen tersebut juga mengidentifikasi sejumlah keterbatasan yang masih dihadapi. Di antaranya, fondasi makroekonomi dinilai belum benar-benar kokoh; produktivitas, kualitas, efisiensi, ketahanan, dan daya saing ekonomi belum tinggi. Kontribusi ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital terhadap pertumbuhan juga disebut belum besar, sementara mekanisme dan kebijakan terkait masih menyisakan banyak hambatan.
Selain itu, desentralisasi sumber pendapatan serta hubungan antara anggaran pusat dan daerah dinilai belum memadai. Mekanisme dan kebijakan untuk menarik sumber daya dari sektor swasta dan investasi asing disebut belum cukup kuat. Di sisi investasi publik, persiapan proyek masih terbatas, kualitasnya rendah dan tersebar, sementara perhatian terhadap evaluasi efektivitas sosial-ekonomi dan akuntansi ekonomi secara keseluruhan dinilai belum memadai.
Untuk merespons kondisi tersebut, Kesimpulan No. 18-KL/TW memuat serangkaian solusi yang diarahkan pada penghapusan hambatan dan peningkatan daya tarik investasi. Salah satu fokusnya adalah penyempurnaan sistem pembangunan yang komprehensif, modern, dan kompetitif guna menciptakan terobosan pertumbuhan. Dokumen itu juga mendorong perubahan kuat dalam metode pengelolaan negara dari “pra-audit” ke “pasca-audit”, disertai pengembangan standar, regulasi, dan norma ekonomi-teknis, serta penguatan inspeksi dan pengawasan.
Reformasi prosedur administrasi menjadi agenda penting lainnya, termasuk standarisasi dan digitalisasi seluruh prosedur dalam lingkungan digital, memastikan keterkaitan dan berbagi data antar lembaga, serta menekan waktu dan biaya kepatuhan bagi warga dan pelaku usaha.
Kesimpulan tersebut juga menuntut peninjauan, amandemen, dan penyempurnaan yang terfokus terhadap sistem hukum yang terkait pengembangan ekonomi digital, investasi, dan bisnis. Bidang yang disorot mencakup pertanahan, perencanaan, perdagangan, mineral, dan konstruksi, dengan tujuan mengatasi kesulitan dan mendorong aktivitas produksi serta usaha.
Di sisi strategi pertumbuhan, dokumen ini menyerukan transformasi model pertumbuhan, percepatan restrukturisasi industri dan sektor, serta pengembangan sektor bisnis dan model ekonomi baru. Kebijakan penarikan investasi asing langsung (FDI) juga diarahkan untuk direformasi, termasuk pergeseran fokus dari insentif pajak menuju insentif lain yang lebih substantif, penerapan insentif pasca-investasi berdasarkan hasil, promosi transfer teknologi, serta penguatan konektivitas antara sektor FDI dan sektor domestik. Dokumen tersebut juga menyinggung investasi luar negeri yang efektif.
Meski menargetkan pertumbuhan tinggi, Kesimpulan No. 18-KL/TW menekankan bahwa pertumbuhan harus berjalan seiring dengan stabilitas makroekonomi, pengendalian inflasi, pemeliharaan keseimbangan-keseimbangan utama, serta pencegahan krisis ekonomi. Dokumen itu juga mendorong perampingan dan diversifikasi rantai pasok serta saluran modal.
Pengembangan pasar modal domestik diprioritaskan sebagai saluran mobilisasi modal jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada sistem perbankan. Solusi lain mencakup upaya meningkatkan peringkat kredit nasional dan pasar saham, serta penerapan mekanisme dan kebijakan khusus untuk meningkatkan efektivitas pusat keuangan internasional dan zona perdagangan bebas dalam menarik arus investasi tidak langsung dan dana investasi internasional.
Namun, dokumen tersebut menilai rancangan solusi akan sulit diwujudkan tanpa pelaksanaan yang kuat. Karena itu, Kesimpulan No. 18-KL/TW memuat persyaratan terkait sumber daya manusia aparatur, termasuk penegasan untuk segera mengganti kader yang tidak kompeten, lalai, dan tidak memenuhi syarat, serta memberi penghargaan dan penugasan kepada kader yang berani berpikir, bertindak, dan bertanggung jawab demi kepentingan bersama.
Dengan waktu yang disebut tinggal sekitar dua setengah tahun untuk mengejar target peringkat lingkungan investasi pada 2028, dokumen itu menekankan perlunya pelaksanaan solusi secara serentak dan mendesak. Lingkungan investasi yang masuk peringkat 30 besar dunia diharapkan tercermin dari kemudahan memulai dan menjalankan usaha, akses pada sumber modal yang beragam dengan biaya wajar, serta percepatan penyelesaian prosedur investasi dan bisnis bagi investor asing, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing.
Kesimpulan No. 18-KL/TW menyimpulkan bahwa melalui rangkaian kebijakan yang terkoordinasi, tegas, dan spesifik, perbaikan lingkungan investasi dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan PDB dua digit dan mendukung pencapaian target Vietnam pada 2030 sebagai negara berkembang berindustri modern, berpendapatan menengah-tinggi, serta masuk 30 ekonomi teratas dunia.

