Harga XRP melemah sekitar 4% dalam 24 jam terakhir, turun dari US$2,149 ke US$2,070. Penurunan terjadi ketika pelaku pasar melakukan penjualan di area yang dinilai kuat, terutama di sekitar level resistensi US$2,13, di tengah kondisi pasar kripto yang melemah.
Koreksi ini muncul bukan karena kejutan berita negatif, melainkan lebih dipengaruhi faktor teknikal dan realisasi keuntungan setelah reli XRP dari area US$1,80 pada awal bulan. Di sisi fundamental, sinyal regulasi dan institusional justru dinilai membaik.
Ripple pekan ini memperoleh otorisasi awal untuk lisensi e-money di Luxembourg, yang berpotensi membuka jalan perluasan layanan pembayaran aset digital yang diatur di seluruh Uni Eropa. Perusahaan juga disebut tengah mengajukan lisensi CASP di bawah kerangka MiCA Uni Eropa, yang memposisikan ekosistem XRP untuk beroperasi dalam rezim regulasi baru di kawasan tersebut.
Minat institusional juga masih terlihat stabil. ETF spot XRP terus mencatat arus masuk, dengan alokasi bersih kumulatif sekitar US$1,26 miliar dan belum ada hari keluar yang tercatat. Pada saat yang sama, pasokan XRP yang tersimpan di bursa turun di bawah 2 miliar token, merosot dari lebih dari 4 miliar pada akhir 2025. Kondisi ini kerap ditafsirkan pedagang sebagai berkurangnya likuiditas sisi jual dalam jangka pendek.
Dari sisi pergerakan harian, XRP bergerak dalam kisaran sekitar US$0,10 dengan volatilitas intraday kurang lebih 4,7%. Tekanan jual menguat saat para penjual berulang kali mempertahankan area US$2,13. Titik balik terjadi pada sesi AS ketika volume melonjak menjadi 102,7 juta token pada pukul 15.00, sekitar 133% di atas rata-rata 24 jam, bersamaan dengan penolakan harga di sekitar US$2,131. Setelah itu, harga membentuk rangkaian puncak dan lembah yang lebih rendah, mengonfirmasi kendali bearish jangka pendek.
Menjelang malam, tekanan jual kembali meningkat sebelum terjadi pelepasan singkat pada pukul 19.31. Volume melonjak hingga 3,7 juta token dalam satu menit dan mendorong harga turun ke US$2,059. Pembeli kemudian masuk di level tersebut, memicu pemulihan moderat menuju US$2,07 hingga penutupan.
Meski pantulan ini meredakan tekanan penurunan dalam jangka sangat pendek, struktur harga secara keseluruhan masih terlihat berat selama XRP bertahan di bawah US$2,13. Reli yang muncul cenderung menarik pasokan jual, alih-alih memicu kelanjutan pembelian.
Bagi pedagang, pergerakan ini lebih mencerminkan aksi jual saat reli, bukan pembalikan tren. Arus masuk ETF dan penurunan saldo di bursa masih mendukung pandangan jangka menengah, namun dalam jangka pendek pelaku pasar memanfaatkan area US$2,13 untuk mengambil keuntungan.
Level teknikal yang menjadi perhatian saat ini adalah area US$2,05–US$2,06 sebagai penopang. Jika bertahan, XRP berpeluang melanjutkan konsolidasi dan menguji kembali kisaran US$2,13–US$2,15. Jika area tersebut ditembus, ruang penurunan dapat terbuka menuju level psikologis US$2,00. Sementara itu, penembusan bersih di atas US$2,13 yang didukung volume dibutuhkan untuk mengembalikan momentum ke kisaran US$2,30–US$2,40.
Untuk sementara, XRP dinilai sedang mencerna reli sebelumnya: akumulasi institusional terlihat berjalan di latar belakang, sementara arah pergerakan harian masih banyak ditentukan oleh trader jangka pendek.

