Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi eskalasi konflik antara Israel dan Iran.
Menurut AHY, dukungan itu disampaikan langsung oleh SBY dalam pertemuan tertutup di Istana Kepresidenan pada Selasa malam. AHY mengatakan SBY memahami kompleksitas pengambilan kebijakan di tingkat tertinggi karena pengalaman sebagai mantan presiden.
“Iya, tadi malam beliau menyampaikan mendukung penuh upaya Bapak Presiden dan pemerintah dalam mencari solusi. Beliau paham tidak mudah. Sekali lagi mungkin yang paling tahu kompleksitas pengambilan kebijakan tertinggi ya beliau-beliau yang pernah menjadi Presiden,” ujar AHY kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
AHY menilai setiap era kepemimpinan menghadapi tantangan berbeda, namun situasi global yang bergejolak dapat menempatkan kepala negara pada pilihan-pilihan yang dilematis. Ia menekankan perlunya pemerintah menyeimbangkan kepentingan nasional yang krusial.
Di satu sisi, kata AHY, Presiden Prabowo perlu memastikan kedaulatan, keamanan, dan kesejahteraan sekitar 280 juta penduduk Indonesia tetap terjaga. Di sisi lain, Indonesia sebagai negara besar dengan populasi Muslim terbesar di dunia juga memiliki tanggung jawab moral untuk tidak mengabaikan konflik kemanusiaan yang berlangsung.
“Karena demi rakyat dan demi negara kita sendiri. Bisa bicara kedaulatan, bisa bicara keamanan, bisa bicara kesejahteraan untuk rakyat kita sendiri,” kata AHY.
Dalam pertemuan tersebut, AHY menyebut SBY juga menyampaikan pesan khusus agar pemerintah tetap memperkuat pengamanan sektor-sektor vital, mulai dari fiskal, ekonomi, energi, hingga pangan. Pesan itu disampaikan di tengah ketidakpastian harga komoditas global yang dapat terdampak jika konflik terus memanas.
AHY menyampaikan bahwa Indonesia perlu memiliki ketahanan yang memadai agar gejolak di Timur Tengah tidak berimbas serius pada stabilitas harga bahan pokok dan energi di dalam negeri. Ia juga menuturkan pesan SBY agar Indonesia tetap berupaya bersama negara-negara lain mencari solusi damai.
“Tapi juga kemudian kita selalu berupaya untuk terus bersama bangsa-bangsa lainnya mencari solusi agar terjadi perdamaian segera,” ujar AHY.
Pertemuan di Istana Merdeka itu turut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo serta Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. AHY menggambarkan pertemuan lintas tokoh tersebut sebagai bagian dari penguatan komunikasi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Dengan dukungan dan masukan dari para mantan pemimpin, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah kebijakan yang terukur untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus mendorong upaya perdamaian.

