BERITA TERKINI
Rupiah Dibuka Melemah di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah

Rupiah Dibuka Melemah di Tengah Ketidakpastian Konflik Timur Tengah

Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Kamis (5/3/2026) di Jakarta. Rupiah turun 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.896 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp16.892 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi ketidakpastian yang masih berlanjut di Timur Tengah. Ia menilai meningkatnya ketegangan tanpa indikasi kompromi di antara pihak-pihak yang terlibat membebani sentimen pasar dan menurunkan selera risiko (risk appetite) investor.

Di pasar, sempat beredar laporan bahwa Iran mendekati Amerika Serikat untuk membuka peluang negosiasi damai. Kabar tersebut sempat mendorong minat investor terhadap aset berisiko. Namun, otoritas Iran membantah isu itu.

Dari dalam negeri, Fitch Ratings merevisi outlook peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, dengan peringkat tetap di level BBB. Revisi tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan posisi fiskal, terutama meningkatnya tekanan belanja pemerintah tanpa kenaikan pendapatan yang seimbang. Menurut Josua, langkah ini menggemakan sinyal peringatan sebelumnya dari Moody’s.

Dari eksternal, S&P Global US Services PMI tercatat turun menjadi 51,7 pada Februari 2026 dari 52,3 dan berada di bawah ekspektasi 52,3. Sementara itu, ISM Services Index justru naik ke 56,1 dari 53,8, melampaui perkiraan 53,5.

Data tenaga kerja Amerika Serikat juga menunjukkan perbaikan. ADP Employment Change meningkat menjadi 63 ribu pada Februari 2026 dari 11 ribu pada periode sebelumnya, lebih tinggi dari ekspektasi 50 ribu.

Dengan perkembangan tersebut, Josua memproyeksikan rupiah diperdagangkan dalam kisaran Rp16.850–Rp16.975 per dolar AS pada sesi perdagangan hari ini.