AMRO merilis pembaruan triwulanan Outlook Ekonomi Regional ASEAN+3 (AREO) di Singapura. Dalam laporan tersebut, AMRO memperkirakan ekonomi kawasan ASEAN+3 tumbuh 4,3% pada 2025, sebelum melambat menjadi 4,0% pada 2026.
Dari sisi harga, inflasi diperkirakan sebesar 0,9% pada 2025 dan meningkat menjadi 1,2% pada 2026. Meski naik, inflasi dinilai tetap berada di bawah rata-rata jangka panjang kawasan.
Pembaruan ini juga mencerminkan revisi ke atas sebesar 0,2 poin persentase untuk kedua tahun dibandingkan Pembaruan AREO Oktober 2025.
AMRO menilai kinerja kawasan pada 2025 ditopang sejumlah faktor, antara lain dampak tarif yang tidak separah perkiraan awal, pertumbuhan ekspor teknologi yang tetap tangguh, investasi yang kuat di negara-negara ASEAN, serta kebijakan makroekonomi yang akomodatif.
"Wilayah ASEAN+3 telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa, menavigasi ketidakpastian global lebih efektif dari yang diperkirakan," kata Kepala Ekonom AMRO Dong He.
Menurut AMRO, permintaan teknologi yang kuat dan masuknya investasi asing langsung (FDI) yang besar ke sektor-sektor berkembang—termasuk elektronik canggih, kendaraan listrik, dan layanan digital—membantu meredam perlambatan pertumbuhan meskipun hambatan tarif masih berlanjut.
AMRO mencatat risiko terhadap prospek ekonomi kini lebih seimbang, tetapi ketidakpastian tetap tinggi. Kekhawatiran utama mencakup kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang sulit diprediksi serta potensi perpanjangan dan perluasan langkah-langkah proteksionis.
Selain itu, perlambatan tajam permintaan teknologi—baik akibat koreksi pasar maupun penundaan penerapan AI hilir—dapat menekan ekspor regional mengingat luasnya keterkaitan sektor tersebut di kawasan. Risiko negatif lain yang disebutkan meliputi pertumbuhan yang lebih lambat di ekonomi utama dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan.
Dalam waktu dekat, AMRO menekankan pentingnya menjaga kesiapan kebijakan untuk merespons guncangan yang muncul. Sementara untuk jangka panjang, Dong He menilai diversifikasi pendorong pertumbuhan dan pendalaman integrasi ekonomi regional akan menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan kawasan.

