Para pemimpin Uni Eropa (UE) merespons ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berencana memberlakukan tarif hingga 25% terhadap negara-negara Eropa. Ancaman tersebut muncul setelah negara-negara Eropa dinilai menghalangi keinginan AS untuk mencaplok Greenland.
Siprus, yang saat ini memegang presidensi bergilir Dewan Eropa, mengumumkan akan menggelar pertemuan darurat para duta besar UE di Brussels pada Minggu (18/1/2026). Pertemuan itu disebut bertujuan menyusun strategi bersama menghadapi tekanan dari Washington.
Ketua Komisi UE Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mengeluarkan pernyataan bersama beberapa jam setelah ancaman Trump disampaikan. Keduanya menegaskan negara-negara Eropa akan bersatu menghadapi kebijakan tersebut.
“Tarif akan merusak hubungan transatlantik dan berisiko memicu spiral menurun yang berbahaya,” demikian pernyataan bersama yang dikutip pada Minggu (18/1/2026). “Eropa akan tetap bersatu, terkoordinasi, dan berkomitmen untuk mempertahankan kedaulatannya,” lanjut pernyataan itu.
Ancaman tarif mencuat setelah pejabat Denmark dan Greenland sebelumnya mengadakan pembicaraan di Washington terkait upaya Trump mengakuisisi wilayah otonom tersebut, namun tidak mencapai kesepakatan. UE menyatakan dukungan kepada Denmark dan Greenland, seraya menekankan pentingnya dialog.
“Uni Eropa sepenuhnya mendukung Denmark dan rakyat Greenland,” bunyi pernyataan UE. “Dialog tetap penting, dan kami berkomitmen untuk melanjutkan proses yang telah dimulai pekan lalu antara Kerajaan Denmark dan AS.”
Trump juga menyatakan bahwa mulai 1 Februari, Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia akan dikenakan tarif 10% untuk semua barang yang dikirim ke AS. Pernyataan ini memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara anggota UE.
Manfred Weber, anggota Parlemen Eropa dari Jerman sekaligus ketua kelompok terbesar di Parlemen Eropa, Partai Konservatif EPP, menyatakan ancaman terbaru Trump dapat memengaruhi kesepakatan perdagangan UE-AS yang telah dinegosiasikan tahun lalu.
“EPP mendukung perjanjian perdagangan UE-AS, tetapi mengingat ancaman Donald Trump terkait Greenland, persetujuan tidak mungkin dilakukan pada tahap ini,” tulis Weber di platform X. Ia menambahkan, “Tarif 0 persen untuk produk AS harus ditunda.”
Sebelumnya, Brussels dan Washington telah mencapai kesepakatan pada Juli lalu untuk memberlakukan pungutan 15% AS atas sebagian besar ekspor UE. Meski demikian, kedua pihak disebut masih terus mendorong konsesi perdagangan tambahan.

