BERITA TERKINI
Partisipasi Indonesia di Board of Peace Dinilai Sejalan dengan Amanat Konstitusi dan Diplomasi Perdamaian

Partisipasi Indonesia di Board of Peace Dinilai Sejalan dengan Amanat Konstitusi dan Diplomasi Perdamaian

Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BOP) dinilai memperkuat peran diplomasi Indonesia dalam upaya menjaga perdamaian dunia, sejalan dengan amanat konstitusi. Pengamat hubungan internasional Subhan Yusuf menilai keterlibatan Indonesia di forum tersebut mencerminkan kebijakan luar negeri yang strategis dan berbasis kepentingan nasional, terutama terkait dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut Subhan, kehadiran Indonesia di BOP penting untuk ikut menghadapi persoalan-persoalan mendasar yang selama ini menghambat pendekatan diplomatis. Ia menyebut ada masalah nyata ketika jalur diplomasi kerap tersendat, sementara para pemimpin kawasan dinilai bersikap abai karena terjebak pada faktor ketakutan.

Subhan menjelaskan, BOP memiliki pendekatan yang mirip dengan Marshall Plan pasca Perang Dunia Kedua, yakni fokus pada pembangunan kembali wilayah setelah perang. Dalam konteks itu, ia menilai Indonesia memiliki ruang untuk berkontribusi secara konstruktif, termasuk memastikan proses pembangunan dapat memberi manfaat bagi Palestina.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia di BOP tidak otomatis menempatkan Indonesia sebagai sekutu subordinatif negara tertentu. Menurutnya, partisipasi tersebut lebih tepat dipahami sebagai kemitraan strategis dalam upaya mendorong perdamaian kawasan.

Dalam dinamika hubungan internasional, Subhan menilai keikutsertaan Indonesia dapat dibaca sebagai partisipasi berbasis isu strategis global, bukan sebagai aliansi atau persekutuan tanpa dasar yang jelas. Ia menambahkan, BOP bukan pakta militer seperti NATO yang mewajibkan dukungan militer antaranggota.

Karena itu, Subhan menyebut keanggotaan Indonesia di BOP tidak dapat dikaitkan dengan kebijakan militer negara lain. Ia menilai Indonesia tidak bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri Amerika Serikat, meski secara normatif masih dimungkinkan adanya komunikasi konsultatif.

Subhan turut menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dalam konteks BOP berada pada jalur diplomasi internasional yang tepat, terutama di tengah terbatasnya terobosan penyelesaian konflik Palestina dari berbagai aktor kawasan. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi berdampak positif bagi citra Indonesia dan nilai-nilai keindonesiaan di hadapan publik global.