BERITA TERKINI
Antam Perkirakan Harga Emas Global Berpotensi Terus Naik di Tengah Memanasnya Konflik Geopolitik

Antam Perkirakan Harga Emas Global Berpotensi Terus Naik di Tengah Memanasnya Konflik Geopolitik

Jakarta — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memprediksi harga emas global berpotensi terus meningkat seiring memanasnya konflik geopolitik, terutama di Timur Tengah. Emas dinilai masih menjadi instrumen investasi aman (safe haven) di tengah ketidakpastian global.

Perwakilan Antam, Wisnu, mengatakan tren kenaikan harga emas saat ini diperkirakan dapat berlanjut selama konflik masih berlangsung. Menurutnya, perang cenderung mempengaruhi harga-harga komoditas.

“Karena itu memang sekarang ini kita bisa melihat bahwa harganya sedang naik, dan kemungkinan akan terus naik selama perang itu masih ada, karena bagaimanapun namanya perang itu pasti akan mempengaruhi harga-harga komoditas,” kata Wisnu.

Meski demikian, Wisnu menyampaikan pihaknya tidak dapat memastikan seberapa signifikan konflik global akan mempengaruhi harga emas di dalam negeri ke depan.

Dari sisi produksi, Antam menyatakan terus mengoptimalkan produksi dan pasokan bahan baku dari sumber domestik untuk memenuhi kebutuhan emas di dalam negeri. Perusahaan juga berupaya menjaga ketersediaan stok emas bagi konsumen di tengah tingginya permintaan.

“Kami saat ini memang dalam proses untuk memastikan bahwa produksi bisa selalu ditingkatkan, bahan baku bisa segera kita dapatkan lebih banyak lagi untuk memastikan bahwa nanti setiap saat ada konsumen yang mau membeli emas, emas itu ada. Itu yang kita saat ini coba lakukan,” ujar Wisnu.

Terkait layanan emas digital melalui Brangkas Logam Mulia, Wisnu menegaskan setiap pembelian dilakukan dengan skema satu banding satu. Artinya, emas fisik disiapkan sesuai jumlah yang dibeli konsumen.

“Apapun yang konsumen beli di brangkas itu kita selalu menyiapkan,” katanya. Ia menambahkan skema tersebut merupakan komitmen Antam untuk menjaga kepercayaan masyarakat terkait keamanan penyimpanan emas.

Di sisi lain, konflik di kawasan Timur Tengah dilaporkan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangkaian serangan terhadap target di dalam Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai tindakan pembelaan diri.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menyatakan Iran telah melancarkan gelombang serangan kesembilan terhadap Israel dan target-target AS di Timur Tengah. “Gelombang kesembilan Operasi True Promise 4 telah dimulai terhadap target-target di seluruh wilayah pendudukan dan target-target AS di Timur Tengah,” kata IRGC, seperti dikutip stasiun televisi IRIB. IRGC turut menyebut angkatan udara Iran menghancurkan sistem pertahanan rudal THAAD dalam serangan di Al Dhannah, Uni Emirat Arab.