Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan penyelesaian diplomatik menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Ia menekankan solidaritas serta meminta semua pihak menghindari eskalasi yang dapat memperburuk situasi di Timur Tengah.
"Saya mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk menempuh jalur diplomasi keluar (diplomatic off-ramp) daripada eskalasi lebih lanjut, dan komunitas internasional untuk bertindak secara mendesak dan tanpa standar ganda," kata Anwar, seperti dikutip media lokal pada Sabtu (28/2).
Anwar menilai inisiasi serangan oleh Israel sebagai upaya untuk menyabotase negosiasi yang sedang berlangsung dan berpotensi menyeret negara lain ke dalam konflik yang sulit dikendalikan. Ia menyebut serangan tersebut telah membawa kawasan Timur Tengah ke "ambang bencana".
Selain itu, Anwar menyampaikan kekhawatiran atas keselamatan warga Malaysia yang berada di Iran dan wilayah lain. Ia mengatakan akan berkomunikasi dengan mitra regional terkait langkah selanjutnya.
Dalam unggahan di Facebook pada Minggu, yang dikutip media lokal, Anwar menyatakan Malaysia berdiri dalam solidaritas dengan seluruh Muslim dan komunitas di Timur Tengah yang terdampak ketegangan.
Sementara itu, Indonesia juga menyampaikan seruan agar semua pihak menahan diri dan mengutamakan dialog serta diplomasi. Dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui X pada Sabtu, Indonesia menegaskan kembali pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai, sebagaimana dikutip platform media lokal Tempo.
Dalam pernyataan yang sama, disebutkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bersedia terbang ke Teheran "untuk melakukan mediasi" jika disetujui oleh Amerika Serikat dan Iran.
Sejumlah negara Asia Tenggara lainnya turut menyampaikan sikap menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat dalam skala yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya, yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, dalam unggahan Facebook pada Sabtu, mengatakan negaranya "sangat prihatin" terhadap situasi terkini di Timur Tengah. Ia menyatakan duka atas dampak ketegangan dan kekerasan terhadap warga sipil serta menyoroti keselamatan warga Thailand di wilayah terdampak.
Anutin juga menyerukan upaya segera dan tulus untuk meredakan situasi melalui dialog dan diplomasi, sejalan dengan hukum internasional dan kepentingan bersama komunitas global dalam menjaga perdamaian serta stabilitas.
Pada hari yang sama, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Pham Thu Hang mengatakan Vietnam sangat prihatin terhadap konflik yang dinilai rumit dan terus meningkat di Timur Tengah. Vietnam menyerukan semua pihak menahan diri secara maksimal, segera menghentikan tindakan eskalasi, melindungi warga sipil dan infrastruktur penting, serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai sesuai hukum internasional, Piagam PBB, dan resolusi PBB yang relevan.
Serangan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menyasar target di sejumlah kota di Iran pada Sabtu, dengan asap terlihat membubung di atas Teheran. Iran dilaporkan membalas dengan rentetan rudal di berbagai wilayah.

