Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan adanya kebocoran pipa gas di Sumatera pada awal 2026. Peristiwa tersebut disebut disertai ledakan dan berdampak pada hilangnya produksi minyak di sumur Rokan sekitar 2 juta barel.
Menindaklanjuti kejadian itu, Bahlil menyatakan telah menjatuhkan sanksi kepada pejabat di Kementerian ESDM serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai turut bertanggung jawab.

