Bank Dunia menilai perekonomian global masih menunjukkan ketahanan meski dunia baru melewati pandemi dan masih menghadapi guncangan geopolitik yang berkepanjangan. Dalam laporan Global Economic Prospects edisi Januari 2026, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global mencapai 2,6% pada 2026.
Namun, Bank Dunia mengingatkan bahwa laju pertumbuhan global yang relatif stabil tidak otomatis berarti seluruh negara berada dalam kondisi aman. Di balik angka agregat tersebut, terdapat risiko yang dinilai serius bagi sejumlah negara.
Bank Dunia menyoroti beberapa faktor yang dapat mendorong sebagian ekonomi bergerak menuju kontraksi dan krisis, antara lain ketimpangan pemulihan, tekanan utang, konflik bersenjata, serta lemahnya fondasi struktural.
Peringatan ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi global masih berlangsung tidak merata, sehingga sebagian negara tetap rentan meskipun proyeksi pertumbuhan dunia terlihat stabil.

