BERITA TERKINI
Biaya Input Naik di Tengah Konflik Global, Pupuk Kaltim Perkuat Efisiensi Operasional

Biaya Input Naik di Tengah Konflik Global, Pupuk Kaltim Perkuat Efisiensi Operasional

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) menempuh strategi efisiensi operasional untuk merespons kenaikan biaya sejumlah komponen produksi di tengah dinamika ekonomi global. Kenaikan tersebut antara lain terjadi pada bahan kemasan plastik dan karung.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, mengatakan langkah efisiensi dilakukan agar tekanan biaya tidak berimbas pada kinerja bisnis perusahaan. Menurut dia, kenaikan harga komponen penunjang produksi juga dirasakan banyak perusahaan, bukan hanya PKT.

“Adanya kenaikan harga dari beberapa komponen seperti kemasan dan lain-lain. Sebenarnya sama dengan dinamika global saat ini, bukan hanya PKT yang merasakan tapi saya yakin perusahaan lain juga pasti sama,” ujar Anggono dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (29/4).

Anggono menjelaskan, salah satu langkah utama yang dijalankan perusahaan adalah melalui program operational excellence. Melalui program ini, PKT memastikan fungsi-fungsi operasional berjalan optimal dengan dukungan tata kelola yang baik serta pengelolaan risiko yang kuat.

“Cara yang kita lakukan itu adalah efisiensi. PKT punya program operational excellence, jadi bagaimana kita memastikan fungsi-fungsi operasional itu dijalankan dengan baik, dengan tata kelola yang benar, dan juga dengan penjaminan risiko yang kuat,” katanya.

Ia menambahkan, strategi efisiensi ditujukan untuk mengimbangi kenaikan biaya pada komponen tertentu, sehingga secara keseluruhan tidak memberikan tekanan besar terhadap kinerja usaha perseroan.

“Poinnya ada kenaikan, tapi kita coba efisiensi di lain hal. Sehingga secara keseluruhan itu tidak berdampak terhadap bisnis PKT,” ucap Anggono.

Selain penguatan efisiensi biaya, PKT juga menjalankan program revamping atau peremajaan pabrik sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Anggono menyebut peremajaan pabrik diharapkan meningkatkan efisiensi operasional, terutama dari sisi penggunaan energi.

“Revamping ini sebenarnya peremajaan pabrik. Dengan adanya peremajaan pabrik, pabrik menjadi lebih efisien, jadi penggunaan konsumsi gasnya itu bisa menurun sebesar 4 mmBTU,” katanya.

Terkait pendanaan, Anggono menegaskan program revamping dibiayai sepenuhnya dari internal perusahaan melalui skema investasi tahunan, tanpa menggunakan dana pemerintah.

“Nah pendanaan revamping ini sendiri murni menggunakan biaya internal perusahaan atau PKT melalui investasi tahunan,” ujar Anggono.

Di sisi kinerja, anak usaha Pupuk Indonesia itu mencatatkan produksi yang disebut solid pada kuartal I 2026. Total produksi Pupuk Kaltim selama tiga bulan pertama tahun ini mencapai sekitar 2,14 juta ton, yang terdiri atas urea, NPK, dan amonia.

“Dari capaian kinerja kuartal I tahun 2026, Pupuk Kaltim mampu mencatatkan kinerja produksi yang solid dengan total produksi sekitar 2,14 juta ton,” ujarnya.

Untuk ketersediaan, perusahaan memastikan stok pupuk berada dalam kondisi aman dan siap disalurkan melalui jaringan distribusi ke berbagai wilayah Indonesia. Per 27 April 2026, total stok pupuk subsidi yang terdiri dari urea dan NPK tercatat mencapai 618.393 ton.

Anggono menyampaikan tingkat service stock untuk urea mencapai 131% atau di atas ketentuan minimum, sementara NPK mencapai 196%. Dengan stok yang melebihi batas layanan minimum, perusahaan menyatakan optimistis kebutuhan pupuk petani tetap aman.

“Artinya dengan stok yang melebihi dari service stock, kita bisa menjamin pasokan untuk petani aman,” katanya.