BERITA TERKINI
Biofuel dari Biomassa dan Limbah Dinilai Kian Relevan di Tengah Krisis Energi Global

Biofuel dari Biomassa dan Limbah Dinilai Kian Relevan di Tengah Krisis Energi Global

Krisis energi global kian menonjol seiring meningkatnya kebutuhan energi di berbagai negara. Total konsumsi energi primer dunia pada 2023 tercatat sekitar 620 exajoule (EJ). Pada 2024, kebutuhan energi global diperkirakan kembali naik 2,2%, bersamaan dengan pertumbuhan konsumsi listrik yang mencapai 4,3%.

Di tengah tren kenaikan permintaan tersebut, ketergantungan dunia terhadap bahan bakar fosil masih tinggi. Bahan bakar fosil diperkirakan menyumbang sekitar 81–82% dari campuran energi global. Kondisi ini berkontribusi pada tingginya emisi gas rumah kaca, terutama dari sektor energi.

Emisi CO₂ dari sektor energi pada 2024 diperkirakan mencapai hampir 40,8 miliar ton. Sekitar 88% emisi CO₂ global dikaitkan dengan pembakaran bahan bakar fosil. Bahkan sejak 2000, emisi CO₂ disebut telah meningkat sekitar 47,5%, yang memperkuat kebutuhan percepatan transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, biofuel kerap dipandang sebagai salah satu opsi energi terbarukan yang potensial. Biofuel merupakan bahan bakar yang berasal dari biomassa, seperti tanaman, mikroba, dan limbah organik, serta dapat diproduksi dalam waktu lebih singkat dibandingkan bahan bakar fosil. Biofuel juga dinilai memiliki kemampuan menekan emisi gas rumah kaca dibandingkan bahan bakar fosil.

Secara numerik, bahan bakar bio seperti biodiesel dan bioetanol disebut dapat menurunkan emisi karbon sekitar 40–90% dibandingkan bahan bakar fosil, bergantung pada jenis bahan baku dan proses produksinya. Dari sisi pasokan, produksi biofuel global pada 2024 diperkirakan mencapai sekitar 192 miliar liter, terdiri dari sekitar 121 miliar liter etanol, 50 miliar liter biodiesel, dan sekitar 20 miliar liter diesel terbarukan.

Dalam bauran energi sektor transportasi dunia, biofuel saat ini berkontribusi sekitar 4% dari total kebutuhan energi. Biofuel juga menjadi bagian dari bioenergi yang menyumbang lebih dari 6% terhadap total penggunaan energi global. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa biofuel telah mengambil peran dalam upaya peralihan energi, di tengah tekanan kebutuhan energi yang terus meningkat dan tantangan emisi dari dominasi bahan bakar fosil.