Jakarta — Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) untuk periode 2026–2030. Ia terpilih melalui aklamasi dalam Kongres VIII AAUI, yang sekaligus mencerminkan kepercayaan pelaku industri terhadap kesinambungan agenda transformasi yang telah berjalan.
Meski demikian, Budi menilai tantangan yang dihadapi industri asuransi umum ke depan tidak ringan. Ia menyebut dinamika global dan tekanan ekonomi masih menahan laju pertumbuhan industri.
“Pijakan kinerja tahun 2025 itu menjadi barometer kita untuk melakukan evaluasi. Pertumbuhan memang terjadi, tapi masih di kisaran 6 persen, di bawah 7 persen. Itu lebih kepada beberapa faktor, terutama kondisi ekonomi global dan geopolitik yang sangat memengaruhi,” ujar Budi usai Kongres AAUI di Jakarta, Kamis, 2 April 2026.
Menurutnya, kebijakan fiskal juga belum sepenuhnya mampu mendorong akselerasi sektor jasa keuangan, termasuk industri asuransi umum.
Untuk menghadapi situasi tersebut, Budi menekankan perlunya meninggalkan pola pikir lama dan mulai menangkap peluang baru agar industri tidak terjebak dalam stagnasi. Ia menempatkan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama.
“SDM itu yang pertama. Karena kekuatan semuanya ada di SDM. Kalau SDM kita kuat, transformasinya bagus, reformasinya juga sesuai harapan, saya yakin kita bisa cepat keluar dari siklus ini,” kata Budi.
Ia mengakui, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan kompetensi serta pola pikir yang masih “di dalam box”. Di sisi lain, Budi menilai industri asuransi umum memiliki ruang yang luas untuk inovasi produk, sepanjang pengembangannya disesuaikan dengan kondisi ekonomi.
“Banyak sekali produk yang bisa dikembangkan. Tinggal bagaimana pengembangan itu disesuaikan dengan kondisi ekonomi,” ujarnya.

