BERITA TERKINI
Bursa Asia-Pasifik Mayoritas Melemah, Nikkei 225 Jepang Turun 1,63%

Bursa Asia-Pasifik Mayoritas Melemah, Nikkei 225 Jepang Turun 1,63%

Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas melemah pada Kamis (8/1/2026), mengikuti penutupan Wall Street yang lebih rendah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan pernyataan Presiden AS Donald Trump.

Di AS, saham-saham perusahaan pertahanan melemah setelah Trump menyatakan tidak akan mengizinkan perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan pembelian kembali saham sampai keluhannya terhadap industri tersebut ditangani, termasuk terkait paket gaji eksekutif dan persoalan produksi.

Harga minyak juga bergerak turun setelah Trump mengatakan otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak mentah kepada AS, yang memicu kekhawatiran peningkatan pasokan global. Kontrak berjangka minyak Brent turun 0,51% menjadi US$60,39 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,61% menjadi US$56,33 per barel.

Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 turun 1,63%, tertekan oleh saham-saham material dasar dan teknologi. SoftBank anjlok 7,59%, sedangkan Tokyo Electron turun 4,01%. Indeks Topix yang lebih luas melemah 0,77%.

Di Korea Selatan, indeks Kospi ditutup sedikit di atas level datar pada 4.552,37, sementara indeks Kosdaq turun 0,35%.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 ditutup menguat 0,29% ke level 8.720,8. Saham BlueScope Steel turun 1,57% setelah perusahaan menolak tawaran akuisisi senilai US$9 miliar dari Steel Dynamics yang berbasis di AS dan konglomerat Australia SGH. Saham SGH juga turun 1,92%.

Pada Kamis sore, investor terbesar BlueScope, AustralianSuper, meningkatkan hak suara di perusahaan baja tersebut menjadi 13,52% dari sebelumnya 12,5%, berdasarkan dokumen yang diajukan setelah penutupan perdagangan.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng merosot 1,59% dipimpin pelemahan saham material dasar dan teknologi. Lenovo Group turun 3,44%, Kuaishou Technology melemah 2,85%, dan Baidu diperdagangkan 2,76% lebih rendah. Indeks CSI 300 di daratan China turun 1,04%.

Di sisi lain, saham Knowledge Atlas Technology JSC yang lebih dikenal sebagai Zhipu melonjak hingga 15% pada debutnya di Hong Kong. Perusahaan tersebut melantai setelah penawaran umum perdana (IPO) senilai US$558 juta yang menjadikannya “AI tiger” pertama China yang tercatat di bursa.

Di India, indeks Nifty 50 turun 0,83%, sementara indeks BSE Sensex melemah 0,63%.

Kontrak berjangka saham AS relatif datar pada awal perdagangan Asia, setelah indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average menghentikan reli tiga hari berturut-turut. Pada penutupan sebelumnya, indeks S&P 500 turun sekitar 0,3%, sementara Dow anjlok 466 poin atau sekitar 0,9%.