Pasar saham Eropa ditutup menguat di tengah membaiknya sentimen investor yang dipicu harapan terbukanya jalur diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski demikian, dinamika geopolitik di Timur Tengah masih dinilai sangat cepat berubah, sehingga pasar tetap rentan terhadap perkembangan terbaru.
Hampir seluruh indeks utama di kawasan Eropa bergerak di zona hijau, dengan penguatan dipimpin sektor keuangan dan teknologi. Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 1,37% atau 8,27 poin ke level 612,71. Kenaikan ini didorong pemulihan tajam pada sektor-sektor yang sebelumnya tertekan, termasuk perbankan, teknologi, dan barang mewah.
Di bursa regional, indeks DAX Jerman melesat 1,74% atau 414,71 poin menjadi 24.205,36, yang disebut sebagai penguatan harian terbesar kedua sejak Mei. Sementara itu, FTSE 100 Inggris naik 0,80% atau 83,52 poin ke 10.567,65 dan CAC Prancis bertambah 0,79% atau 63,89 poin menjadi 8.167,73.
Sejumlah sektor yang sebelumnya menjadi pusat aksi jual ikut mencatatkan penguatan. Sektor perjalanan naik 2,8%, sedangkan sektor barang mewah menguat 1,9%. Saham teknologi dan industri juga membukukan kenaikan signifikan, masing-masing 2,5% dan 1,9%, dan menjadi pendorong utama penguatan STOXX 600.
Pergerakan menarik terjadi di Spanyol. Meski sempat tertekan oleh ancaman embargo dagang dari Presiden AS Donald Trump, indeks utama Spanyol justru melambung 2,5% seiring reli saham perbankan, termasuk Banco Santander dan BBVA.
Secara sektoral, saham perjalanan dan teknologi menjadi motor penguatan dengan kenaikan di atas 2,5%. Di sisi lain, sektor energi terkoreksi tipis 0,3% di tengah tingginya harga minyak dunia.
Di luar faktor geopolitik, aktivitas sektor jasa di zona euro dilaporkan menunjukkan perbaikan, terutama di Jerman. Namun, analis menilai pemulihan tersebut masih rapuh. Ketegangan militer yang tetap tinggi di Timur Tengah membuat pasar ekuitas Eropa berpotensi kembali bergejolak jika muncul perkembangan yang memicu kekhawatiran inflasi maupun volatilitas pasar.

