China mendesak Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran untuk segera mengakhiri konflik di Timur Tengah guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap perekonomian global. Beijing menilai eskalasi ketegangan berisiko mengganggu stabilitas kawasan, terutama di jalur penting perdagangan energi dunia, Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, melalui platform X. Dalam pernyataannya, Lin meminta pihak-pihak terkait menghentikan operasi militer dan menghindari peningkatan eskalasi.
“China mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan operasi militer dan menghindari eskalasi lebih lanjut dari situasi tegang. Serta mencegah gejolak regional yang dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi global,” tulis Lin Jian.
Lin secara khusus menyoroti Selat Hormuz dan perairan di sekitarnya sebagai rute perdagangan internasional yang penting bagi lalu lintas barang dan energi. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas kawasan tersebut.
“Penting untuk menjaga wilayah agar aman dan stabil, demi melayani kepentingan bersama masyarakat internasional,” ujarnya.
Menurut laporan CNN International, sekitar setengah dari impor minyak China dan 29 persen impor gas alam cair (LNG) global melintasi Selat Hormuz. Selain itu, lebih dari 20 persen minyak dunia juga melewati jalur tersebut, yang disebut mengalami gangguan signifikan sejak perang AS dan Israel dengan Iran dimulai pada Sabtu (28/2/2026).

