Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah dalam pertemuan kebijakan bulan Desember, sesuai perkiraan pasar. Dengan keputusan ini, suku bunga pada operasi pembiayaan utama tetap di 2,15%, fasilitas pinjaman marjinal 2,4%, dan fasilitas deposito 2%.
Presiden ECB Christine Lagarde dalam konferensi pers menegaskan ekonomi zona euro dinilai “tahan banting”. Ia mengatakan pertumbuhan yang dipimpin sektor jasa diperkirakan berlanjut dalam jangka pendek, sementara permintaan domestik disebut akan menjadi mesin pertumbuhan utama pada tahun-tahun mendatang. Lagarde juga menilai tingkat tabungan “seharusnya menurun”, dan belanja pemerintah untuk infrastruktur serta pertahanan “seharusnya mendukung investasi”.
Meski demikian, Lagarde mengingatkan bahwa lingkungan global kemungkinan tetap menjadi beban. Ia menilai ketegangan perdagangan telah mereda, namun situasi yang volatil masih menjadi risiko. Ia juga menyebut ketidakpastian dapat memburuk dan menekankan bahwa prospek inflasi “lebih tidak pasti dari biasanya”.
Dari sisi inflasi, Lagarde menyampaikan bahwa inflasi yang mendasari tetap konsisten dengan target jangka menengah 2%. Ia menambahkan sebagian besar ukuran ekspektasi inflasi jangka panjang masih berada di sekitar 2%. ECB juga menegaskan akan sangat memperhatikan perkembangan upah; Lagarde menyatakan pertumbuhan upah diperkirakan melambat dalam beberapa kuartal ke depan sebelum stabil di bawah 3% menjelang akhir 2026.
Dalam pernyataan kebijakannya, ECB memaparkan proyeksi staf Eurosystem yang baru: inflasi umum diperkirakan rata-rata 2,1% pada 2025, 1,9% pada 2026, 1,8% pada 2027, dan 2,0% pada 2028. Untuk inflasi yang tidak termasuk energi dan makanan, proyeksi rata-rata berada di 2,4% pada 2025, 2,2% pada 2026, 1,9% pada 2027, dan 2,0% pada 2028. ECB menyebut inflasi direvisi naik untuk 2026, terutama karena inflasi jasa kini diperkirakan turun lebih lambat.
Dari sisi pertumbuhan, ECB menyatakan ekonomi diprakirakan lebih kuat dibanding proyeksi September, terutama didorong oleh permintaan domestik. Proyeksi pertumbuhan direvisi menjadi 1,4% pada 2025, 1,2% pada 2026, 1,4% pada 2027, dan diperkirakan tetap 1,4% pada 2028.
Lagarde menekankan kebijakan moneter akan tetap bergantung pada data dan diputuskan per pertemuan. Ia menegaskan ECB tidak berkomitmen pada jalur suku bunga tertentu, serta menyatakan tidak ada pembahasan mengenai pemotongan atau kenaikan suku bunga dalam pertemuan kali ini. “Kami berada di tempat yang baik, tidak berarti kami statis,” ujar Lagarde, seraya menambahkan semua opsi harus tetap tersedia.
Ia juga menyinggung nilai tukar, dengan menegaskan ECB tidak menargetkan kurs. Namun, ia mengatakan bank sentral mencermati apresiasi euro karena euro yang lebih kuat dapat menurunkan inflasi. Lagarde turut menyebut situasi mata uang Tiongkok sebagai salah satu hal yang dipantau.
Terkait faktor-faktor yang memengaruhi ekonomi, Lagarde menyatakan ada sejumlah perubahan, termasuk investasi yang disebut menjadi penggerak utama dan “sebagian besar disebabkan oleh AI”. Ia juga mengatakan ekspor “mengejutkan” karena terbukti berkelanjutan.
Di pasar, pasangan EUR/USD sempat pulih dari level terendah sesi setelah pengumuman kebijakan ECB dan terakhir diperdagangkan hampir tidak berubah pada 1,1736.
Dalam kebijakan neraca, ECB menyatakan portofolio APP dan Program Pembelian Darurat Pandemi (PEPP) terus menurun dengan kecepatan yang terukur dan dapat diprediksi, seiring Eurosystem tidak lagi menginvestasikan kembali pembayaran pokok dari sekuritas yang jatuh tempo.

