Eskalasi konflik di Timur Tengah disebut telah berkembang dari ketegangan regional menjadi krisis yang berdampak lebih luas. Situasi memicu kesiagaan negara-negara Barat dan memunculkan protes di berbagai negara.
Titik kritis eskalasi terjadi setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan terkoordinasi Amerika Serikat dan Israel. Peristiwa itu kemudian diikuti respons dari Teheran yang memicu reaksi lanjutan dari negara-negara Eropa.
Inggris, Prancis, dan Jerman menyatakan kesiapan untuk bergabung dengan Amerika Serikat guna mempertahankan kepentingan mereka di Timur Tengah. Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut akan mengambil tindakan defensif yang diperlukan.
“Kami akan mengambil langkah proporsional untuk menghancurkan kemampuan rudal dan drone Iran langsung di sumbernya,” bunyi pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir AP News pada Senin (2/3).
Ketiga negara juga mengutuk serangan Iran yang dinilai sembrono karena dianggap mengancam keselamatan personel militer dan warga negara mereka di kawasan Teluk.
Meski demikian, Starmer menegaskan Inggris tidak akan ikut serta dalam serangan langsung ke wilayah Iran.

