BERITA TERKINI
Forum Penjaga Pantai ASEAN Dinilai Bisa Perluas Peran Hadapi Tantangan Maritim, Tak Hanya Laut Cina Selatan

Forum Penjaga Pantai ASEAN Dinilai Bisa Perluas Peran Hadapi Tantangan Maritim, Tak Hanya Laut Cina Selatan

Perluasan ruang lingkup fungsional Forum Penjaga Pantai ASEAN (ASEAN Coast Guard Forum/ACF) dinilai dapat membantu negara-negara anggotanya menghadapi beragam tantangan maritim, tidak semata persoalan yang berkaitan dengan Tiongkok di Laut Cina Selatan. Langkah tersebut juga disebut berpotensi meningkatkan kredibilitas ACF di tingkat regional dan internasional, sekaligus mengurangi kritik dari Tiongkok.

Pandangan itu disampaikan dalam laporan media analisis kebijakan berbasis di Australia, The Strategist, yang terbit Selasa, 20 Januari 2026. Laporan tersebut menyebut ACF berpeluang memperluas kerja sama dengan negara di luar kawasan, termasuk Tiongkok, melalui latihan bersama, patroli gabungan, peningkatan kapasitas, dan program pelatihan.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa negara-negara Asia Tenggara membutuhkan kerja sama yang lebih kuat antarpenjaga pantai untuk menahan dan melawan tekanan dari Tiongkok. Kebutuhan itu dinilai meningkat seiring berkurangnya perhatian Amerika Serikat terhadap Laut Cina Selatan, yang menurut laporan dapat mendorong Tiongkok meningkatkan tekanan terhadap negara-negara pengklaim lainnya.

Laporan tersebut turut menyoroti perubahan fokus strategi keamanan nasional Amerika Serikat, yang dirilis pada Desember dan memprioritaskan wilayah Belahan Bumi Barat. Fokus itu disebut tercermin dari operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada bulan ini. Selain itu, laporan menyebut Presiden AS Donald Trump enggan membahas konflik Laut Cina Selatan saat kunjungan Presiden Filipina Ferdinand Marcos ke Amerika Serikat pada Juli 2025. Pada 2025, Amerika Serikat juga disebut hanya melakukan satu operasi kebebasan navigasi di Laut Cina Selatan.

Di sisi lain, laporan menilai ACF berpotensi memainkan peran penting dalam menghadapi tekanan Tiongkok di Laut Cina Selatan. ACF disebut didirikan pada 2022 dan menggelar latihan simulasi pada 2023 untuk meningkatkan komunikasi serta kepercayaan di antara penjaga pantai negara-negara anggota ASEAN.

Pada pertemuan ketiga ACF pada 2024, forum tersebut menghasilkan dua rancangan kerja gabungan terkait pelembagaan ACF di bawah payung ASEAN. Dalam pertemuan yang sama, para peserta juga mengusulkan rancangan protokol kerja operasional untuk keterlibatan antara penjaga pantai dan lembaga penegak hukum maritim di laut.

Pelembagaan ACF diyakini dapat memperkuat kerja sama dan koordinasi maritim di Asia Tenggara, termasuk membuka jalan bagi patroli bersama di Laut Cina Selatan. Menurut laporan, langkah itu dapat membantu mencegah paksaan terhadap kapal penangkap ikan dan kapal angkatan laut negara-negara yang mengklaim wilayah tersebut. Pelembagaan ACF juga dinilai dapat mengirimkan pesan kolektif kepada dunia internasional bahwa negara-negara anggota ASEAN mampu mengelola ruang maritim bersama mereka di bawah hukum internasional.