BERITA TERKINI
Garuda TV Gelar Economic Briefing 2026, Bahas Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global

Garuda TV Gelar Economic Briefing 2026, Bahas Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global

Garuda TV menyelenggarakan forum diskusi strategis bertajuk “Economic Briefing 2026: Relevansi Asta Cita dan Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Geopolitik” pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini digelar di Grand Ballroom, SWASANA Patra Jasa Yudistira, Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Forum tersebut dihadirkan sebagai ruang dialog lintas sektor untuk membahas dinamika perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global. Sejumlah isu yang disorot meliputi konflik geopolitik, ketidakstabilan harga energi, hingga gangguan rantai pasok dunia yang turut memengaruhi ekonomi Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Garuda TV menghadirkan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, regulator, ekonom, dan pelaku industri untuk memberikan perspektif mengenai kondisi ekonomi, tren global, serta arah kebijakan ke depan.

Direktur Utama Garuda TV, Fahmi M. Anwari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan undangan yang hadir. Ia menekankan pentingnya forum tersebut di tengah dinamika global yang dinilai penuh tantangan.

Fahmi menyatakan Indonesia memiliki fondasi kuat untuk bertahan dan melangkah maju, didukung stabilitas makroekonomi, kekuatan konsumsi domestik, serta bonus demografi sebagai keunggulan strategis jangka panjang. Ia berharap forum ini menjadi ruang dialog yang relevan secara konseptual sekaligus aplikatif dalam menjawab tantangan nyata, serta memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomi Indonesia.

Dalam keynote speech, Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa di tengah gejolak geopolitik global, Indonesia dinilai memiliki fundamental ekonomi yang kuat dengan ketahanan pangan, energi, dan fiskal yang tetap terjaga.

Hashim menambahkan, ketahanan energi Indonesia saat ini masih relatif stabil, didukung langkah antisipatif pemerintah serta diplomasi strategis Presiden dengan mitra global. Ia juga menyinggung upaya swasembada pangan, penguatan cadangan energi, serta komitmen pasokan minyak hingga sekitar 150 juta barel melalui kerja sama internasional.

Selain itu, Hashim menyatakan optimalisasi penerimaan negara melalui digitalisasi dan pengawasan berbasis teknologi menjadi kunci untuk semakin memperkuat kapasitas fiskal nasional.

Forum ini turut membahas relevansi Asta Cita sebagai kerangka strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjaga kesinambungan pertumbuhan di tengah dinamika global. Diskusi dikemas secara interaktif dengan topik yang mencakup dampak konflik global terhadap ekonomi Indonesia, kebijakan pemerintah, serta peluang di sektor energi, pangan, dan industri.

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam kegiatan ini, antara lain Hashim Djojohadikusumo selaku Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi; Anggito Abimanyu Nuqo selaku Ketua Dewan Komisioner LPS; Andre Simangunsong selaku Head of Mandiri Institute; Aris Handoyo selaku Corporate Secretary PT Perkebunan Nusantara I (Persero); Ferry Juliantono selaku Menteri Koperasi; serta Widiastuti selaku Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Turut hadir pula Adi Lumakso selaku Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero); Teddy Yunirman Danas selaku Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (Persero); serta Sudarsono Hardjosoekarto selaku Direktur SDM & Transformasi Perum Bulog.

Garuda TV menyatakan berharap forum ini dapat memberikan masukan dan rekomendasi yang relevan bagi para pengambil kebijakan, sekaligus menjadi kontribusi dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara berkelanjutan.