BERITA TERKINI
Geopolitik, Diversifikasi Rantai Pasok, dan Pasar Negara Berkembang Jadi Tantangan Perdagangan Internasional

Geopolitik, Diversifikasi Rantai Pasok, dan Pasar Negara Berkembang Jadi Tantangan Perdagangan Internasional

JAKARTA — Chairman ICC Banking Commission Indonesia, Herry Hykmanto, menyebut perdagangan modern, khususnya perdagangan internasional, saat ini menghadapi tiga tantangan besar. Ketiganya adalah volatilitas geopolitik dan perubahan kebijakan di berbagai negara, rantai pasok yang semakin terdiversifikasi dan tidak lagi bergantung pada satu wilayah, serta munculnya negara berkembang sebagai pasar pertumbuhan baru.

Di tengah dinamika tersebut, Herry menilai perbankan dan pelaku usaha perlu mampu mengelola risiko, terutama ketika bekerja sama dengan mitra baru atau memperluas pasar ke wilayah yang berisiko lebih tinggi. Ia menekankan pentingnya pemilihan instrumen mitigasi risiko yang tepat untuk mendukung perluasan pasar eksportir sekaligus akses pembiayaan dari perbankan.

Menurut Herry, produk penjaminan (guarantee) maupun asuransi (insurance) ekspor dapat menjadi alternatif instrumen mitigasi risiko yang krusial bagi pertumbuhan, ekspansi pasar, dan ketahanan bisnis. Ia menyatakan penjaminan dan asuransi dapat membantu pelaku usaha memasuki pasar baru, mengikuti tender internasional, serta mengurangi risiko pembayaran.

Sementara itu, Executive Vice President Indonesia Eximbank, Suharyanto, menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran metode pembayaran dalam transaksi perdagangan internasional. Jika sebelumnya didominasi Letter of Credit (LC), kini transaksi semakin banyak beralih ke metode non-LC. Ia menyebut tren tersebut meningkat seiring perkembangan pesat teknologi digital.

Suharyanto menambahkan, perdagangan internasional juga memasuki era digitalisasi, ditandai dengan pergeseran dari penagihan dokumen secara konvensional melalui kurir menuju penagihan digital. Dalam skema ini, eksportir dan importir dapat bersepakat melakukan proses penagihan secara daring dengan mengunggah dokumen, termasuk dokumen pengapalan dan tagihan (invoice), melakukan persetujuan, hingga memantau jadwal pembayaran. Menurutnya, cara tersebut membuat arus transaksi lebih efisien, cepat, dan aman.

Sejalan dengan perubahan lanskap global, Suharyanto menyarankan pelaku usaha beradaptasi. Ia menyampaikan Indonesia Eximbank memiliki produk asuransi ekspor seperti Trade Credit Insurance (TCI) yang memberikan perlindungan bagi eksportir dari risiko gagal bayar pembeli akibat risiko komersial maupun politik, dengan indemnity hingga 90 persen. Selain itu, tersedia Marine Cargo Insurance untuk risiko kerusakan atau kehilangan barang saat pengiriman.

Dalam perannya sebagai Eximbank dan Export Credit Agency (ECA) Republik Indonesia, Indonesia Eximbank juga menawarkan solusi terintegrasi melalui produk Penjaminan Kredit kepada perbankan. Suharyanto menyatakan, kolaborasi dalam ekosistem ekspor melalui produk tersebut dapat memberi manfaat signifikan bagi perbankan.

Ia menjelaskan, sejalan dengan ketentuan regulator dan dengan status sovereign, Indonesia Eximbank dapat menerbitkan Penjaminan Kredit dengan benefit perhitungan ATMR (Risk Weighted Asset) 0–20 persen. Menurutnya, hal ini dapat menjadi alternatif bagi perbankan untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan.

Selain itu, ia menyebut bank juga berpeluang memperoleh pembebasan dari perhitungan BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit) melalui produk Penjaminan Kredit berfitur khusus sesuai ketentuan regulator. Kebijakan tersebut dinilai dapat memberi ruang lebih besar bagi perbankan untuk ekspansi kredit yang sehat.

Suharyanto menambahkan, Indonesia Eximbank juga dapat mendukung eksportir melalui produk Guarantee yang merujuk pada regulasi yang umum digunakan dalam perdagangan domestik dalam rangka ekspor maupun perdagangan internasional, antara lain URDG, ISP98, UCP600, KUHPerdata, ataupun hukum negara yang disepakati para pihak. Ia menilai kombinasi produk dalam struktur fasilitas yang solutif dapat menjadikan penjaminan Indonesia Eximbank sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat daya saing perbankan dalam mendukung pembiayaan ekspor.